Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Labu Siam, Bisa Dilakukan di Rumah

Kompas.com - 26/02/2024, 16:23 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Labu siam adalah salah satu sayuran yang kerap dijadikan sebagai lalapan atau campuran tumisan. Meksipun sering dijadikan bahan sekunder, konsumsi labu siam cukup tinggi.

Hal ini disebabkan oleh rasa labu siam yang lezat serta kemudahannya dalam mengolah. Selain itu, kandungan gizi labu siam bermanfaat untuk tubuh.

Anda bisa menanam labu siam di rumah, sebab sayuran ini bisa tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi. Tanaman labu siam bisa tumbuh secara optimal pada tempat berhawa sejuk dan lembap seperti pegunungan.

Baca juga: Cara Menanam Labu Siam agar Subur dan Panen Setiap Minggu

Ilustrasi labu siam.Shutterstock/Regreto Ilustrasi labu siam.

Dikutip dari laman Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Senin (26/2/2024), berikut cara menanam labu siam.

Pertama, untuk menanam labu siam, tanah yang sebaiknya dipilih adalah tanah subur, gembur, pH sebesar 5 sampai 6, dan ketersediaan air cukup.

Labu siam cocok ditanam pada akhir musim hujan. Namun, tanaman ini tetap bisa ditanam pada musim kemarau asal diberikan air yang cukup.

Labu siam bisa diperbanyak melalui buah yang sudah tua. Buah tersebut disimpan terlebih dahulu pada tempat yang teduh agar tunasnya dapat tumbuh.

Baca juga: Cara Menanam Labu Siam di Pot, Cocok untuk Lahan Sempit

Setelah tunas tumbuh sepanjang 10 sampai 20 cm atau sudah berdaun 3 sampai 4 helai, bibit tersebut bisa dipindahkan ke kebun.

Tanaman ini termasuk tanaman merambat atau agak memanjang sehingga bisa dibudidayakan di pekarangan rumah, biasanya ditanam di dekat kolam. Batang tanaman panjang tetapi kecil, sistem perarakaran tunggal dengan akar samping yang agak dalam dan kuat.

Tanaman ini bersifat tahunan sehingga bisa bertahan cukup lama.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau