Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Bawang Merah di Rumah, Bisa Pakai Polybag

Kompas.com, 24 April 2024, 08:00 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Bawang merah digunakan masyarakat sebagai bumbu masakan. Adapun tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah tanaman semusim yang memiliki umbi yang berlapis, berakar serabut, dengan daun berbentuk silinder berongga.

Umbi bawang merah terbentuk dari pangkal daun yang bersatu dan membentuk batang yang berubah bentuk dan fungsi, membesar dan membentuk umbi. Umbi terbentuk dari lapisan-lapisan daun yang membesar dan bersatu.

Tanaman bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran dataran rendah. Jika Anda tertarik menanam bawang merah di rumah, Anda bisa melakukannya dengan pot atau polybag.

Baca juga: Pedoman Pemupukan Bawang Merah yang Efektif dan Efisien

ilustrasi tanaman bawang merahShutterstock/Stock Holm ilustrasi tanaman bawang merah

Budidaya bawang merah di polybag dapat dilakukan sebagai solusi dalam mengatasi kebutuhan akan bawang merah untuk konsumsi harian keluarga.

Menanam bawang merah di polybag memberikan banyak keuntungan, selain menghemat biaya dan lahan, juga berfungsi sebagai tanaman hias yang dapat menambah kesan asri pada pekarangan rumah.

Dikutip dari laman Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Buleleng, Rabu (24/4/2024), berikut cara menanam bawang merah di rumah menggunakan polybag.

Cara menanam bawang merah cukup mudah, karena bawang merah dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi, yaitu nol sampai 900 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Baca juga: Jangan Dibuang, Begini Cara Membuat Pupuk dari Kulit Bawang Merah

Tanaman bawang merah menyukai daerah yang beriklim kering dengan suhu agak panas dan mendapat pencahayaan sinar matahari hingga sekitar 70 persen.

Produksi terbaik dihasilkan pada penanaman tempat terbuka, karena bawang merah termasuk tanaman yang memerlukan sinar matahari cukup panjang. Tiupan angin sepoi-sepoi berpengaruh baik bagi tanaman terhadap laju fotosintesis dan pembentukan umbinya.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menanam bawang merah dalam polybag adalah pertama, menyiapkan polybag ukuran 30 cm yang sudah diberi media tanam berupa campuran tanah gembur, arang sekam, pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

Ilustrasi bawang merah. SHUTTERSTOCK/ZULFIKAR95 Ilustrasi bawang merah.

Selanjutnya, sebelum menanam bawang merah, pastikan pilih bibit bawang merah masih kondisi segar, bebas hama, sudah dibersihkan dari kulit luar yang mengelupas dan yang sudah disimpan selama 2,5 sampai empat bulan karena titik tumbuhnya sudah mencapai 80 persen.

Baca juga: Cara Menanam Bawang Merah Hidroponik, Bisa Ditanam di Lahan Sempit

Sebelum dilakukan penanaman, lakukan pemotongan pada bagian ujung umbi dan dicampur fungisida. Biarkan beberapa jam sebelum dilakukan penanaman dalam polybag.

Adapun umbi ditanam dengan cara dibenamkan kedalam media tanam dengan kedalaman sampai ke leher umbi.

Ilustrasi menanam bawang merah di polybag. SHUTTERSTOCK/FERRYS ARIFIAN Ilustrasi menanam bawang merah di polybag.

Pemeliharaan atau perawatan tanaman bawang merah dalam polybag dilakukan dengan memberikan pupuk berupa campuran NPK (16-16-16) sebanyak 1 gram per polybag ke dalam 1 liter air.

Berikan sebanyak satu gelas atau 200 ml per polybag setiap minggu sampai tanaman berumur enam minggu dengan cara dikocor sekitar tanaman. Saat musim kemarau penyiraman dapat dilakukan dua kali sehari.

Baca juga: Gejala dan Cara Mengatasi Penyakit Embun Bulu Bawang Merah

Saat tanaman berumur 1,5 bulan penyiraman cukup dilakukan sekali saja dan ditambahkan pupuk susulan dengan menggunakan pupuk urea sebanyak 2 gram per polybag agar umbi cepat berkembang.

Penyiangan tanaman bawang merah dilakukan pada saat tanaman berumur dua minggu dengan mencabut rumput atau gulma yang tumbuh di sekitar tanaman.

Lakukan satu sampai dua kali penyiangan karena gulma dapat menganggu pertumbuhan dan pembentukan umbi bawang merah.

Pengendalian hama sebaiknya menggunakan pestisida nabati, tetapi jika melebihi ambang batas pestisida kimia dapat digunakan sesuai takaran sebagai pilihan terakhir.

Baca juga: Teknik Penyiraman Tanaman Bawang Merah yang Benar

Panen bawang merah untuk konsumsi dapat dilakukan setelah berumur 60 hari dengan ciri daun sudah berguguran dan menguning, leher batang tanaman kendur, umbi mencuat ke tanah, dan sebagian besar tanaman sudah rebah.

Adapun untuk bibit tanaman bawang merah dapat dipanen pada umur 70 hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau