Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kuntoro Boga
Kepala Pusat BSIP Perkebunan, Kementan

Kuntoro Boga Andri, SP, M.Agr, Ph.D, merupakan lulusan Institut Pertanian Bogor tahun 1998. Ia adalah alumni S1 Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian IPB. Pria kelahiran Banjarmasin tahun 1974 ini diangkat sebagai CPNS pada 1999, dan mulai bekerja sebagai peneliti di BPTP Karangploso, Jawa Timur.

Mengawal Produksi dan Nilai Ekonomi Cengkih Indonesia

Kompas.com - 04/01/2025, 13:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Selain itu, sekitar 10 persen total produksi cengkih dimanfaatkan oleh industri rempah-rempah, farmasi, serta pengolahan perisa dan aroma.

Mutu cengkih dipengaruhi empat faktor utama, yaitu proses budidaya, varietas yang digunakan, pengendalian hama dan penyakit, serta pengelolaan pascapanen.

Proses budidaya yang optimal dan pemilihan varietas unggul dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas cengkih.

Di sisi lain, pengendalian hama dan penyakit diperlukan untuk mencegah kerusakan tanaman yang dapat menurunkan kualitas hasil panen.

Selain itu, pengelolaan pascapanen, termasuk proses pengeringan, penyimpanan, dan pengemasan, memainkan peran kunci dalam menjaga mutu cengkih agar memenuhi standar nasional dan internasional.

Intervensi dan pengelolaan pada setiap faktor tersebut diperlukan untuk meningkatkan daya saing cengkih di pasar global.

Untuk menjaga kualitas dan meningkatkan nilai jual cengkih, pengelolaan pascapanen menjadi aspek yang sangat penting.

Proses pascapanen meliputi penyortiran, pengeringan, dan penyimpanan bunga cengkih agar kualitasnya tetap terjaga dan sesuai dengan standar nasional serta internasional.

Pengelolaan pascapanen yang baik diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk cengkih Indonesia di pasar global.

Pusat Standardisasi Instrumen Perkebunan (BSIP) Kementerian Pertanian, bersama Balai Tanaman Rempah, Obat, dan Aromatik, mendukung pengembangan standar mutu cengkih kering.

Standar yang dibangun melalui SNI Cengkih yang bertujuan meningkatkan kualitas cengkih, mendorong perdagangan yang adil dan transparan, serta melindungi produsen dan konsumen.

Kedepan penerapan standar yang baik ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di pasar global, tetapi juga memberikan perlindungan bagi produsen dan konsumen dalam rantai perdagangan cengkih.

Tantangan produksi cengkih

Pengembangan cengkih di Indonesia menghadapi sejumlah kendala, mulai dari kualitas produk yang rendah hingga harga jual yang kurang menguntungkan bagi petani.

Serangan hama dan penyakit juga menjadi ancaman serius yang berdampak pada penurunan produksi dan pendapatan petani.

Hama penggerek merupakan hama utama yang terdiri dari penggerek batang, cabang, dan ranting.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Dari Kebun ke Pasar Dunia: Kelapa Indonesia di Tengah Gelombang Harga

Dari Kebun ke Pasar Dunia: Kelapa Indonesia di Tengah Gelombang Harga

Varietas Tanaman
Membawa Gambir ke Pasar Global

Membawa Gambir ke Pasar Global

Varietas Tanaman
Randu: Serat Emas Putih yang Terlupakan

Randu: Serat Emas Putih yang Terlupakan

Varietas Tanaman
Serat Alam dari Masa Lalu: Potensi Abaca di Indonesia

Serat Alam dari Masa Lalu: Potensi Abaca di Indonesia

Varietas Tanaman
Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau