Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kuntoro Boga
Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Kementan

Praktisi, Peneliti dan Pengamat Pertanian

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Kompas.com, 21 Januari 2025, 16:09 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Potensi kayu manis tidak hanya berhenti pada kesehatan. Dalam dunia industri, kayu manis menjadi bahan penting dalam pembuatan makanan, minuman, hingga produk farmasi.

Keunggulannya sebagai pengganti antioksidan sintetis memberikan nilai tambah yang signifikan, terutama di era ketika konsumen semakin memilih produk alami dan ramah lingkungan.

Penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan kayu manis dalam produk makanan tidak hanya meningkatkan cita rasa, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan tambahan, menjadikannya solusi multifungsi yang relevan di pasar modern.

Dengan pengelolaan yang baik, kayu manis dapat terus memberikan kontribusi besar bagi kesehatan manusia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sentra produksi utama seperti Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Utara telah menjadi pusat budidaya kayu manis yang mendominasi pangsa pasar internasional.

Dengan kontribusi mencapai 85 persen dari total produksi dunia, kayu manis Indonesia, terutama jenis Cassia Vera, menjadi komoditas yang sangat diminati di negara-negara seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Asia.

Permintaan yang terus meningkat dari pasar global menunjukkan bahwa kayu manis Indonesia tidak hanya unggul dalam hal kualitas, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di tingkat internasional.

Indonesia adalah salah satu produsen utama kayu manis dunia dengan luas areal tanaman mencapai 87.100 hektare pada tahun 2022.

Meskipun luas lahan mengalami penyusutan lebih dari 10.000 hektare sejak 2016, produktivitas meningkat dari 1,2 ton per hektare menjadi 1,8 ton per hektare, menunjukkan efisiensi yang semakin baik dalam budidaya.

Dalam perdagangan global, Indonesia bersaing dengan negara-negara seperti Vietnam, Sri Lanka, dan China.

Berdasarkan data dari Observatory of Economic Complexity (OEC) pada tahun 2021, Vietnam menjadi pengekspor terbesar dengan nilai ekspor 270 juta dollar AS (sekitar Rp 4,05 triliun), diikuti Sri Lanka dengan 175 juta dollar AS (Rp 2,625 triliun), Indonesia di posisi ketiga dengan 172 juta dollar AS (Rp 2,58 triliun), dan China sebesar 162 juta dollar AS (Rp 2,43 triliun).

Salah satu perbedaan utama kayu manis Indonesia dan Sri Lanka adalah spesiesnya, di mana kayu manis Sri Lanka, dikenal sebagai Ceylon cinnamon (Cinnamomum zeylanicum), dianggap memiliki kualitas lebih baik dibandingkan Cassia cinnamon (Cinnamomum burmannii) yang dominan di Indonesia.

Perbedaan ini berdampak pada preferensi pasar dan harga internasional.

Meskipun memiliki posisi strategis dalam produksi dan ekspor kayu manis, Indonesia menghadapi tantangan seperti penyusutan lahan dan persaingan kualitas dengan negara lain.

Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan yang berfokus pada peningkatan kualitas produk dan diversifikasi pasar ekspor untuk mempertahankan kontribusi kayu manis sebagai salah satu andalan ekonomi nasional.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau