Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kuntoro Boga
Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Kementan

Praktisi, Peneliti dan Pengamat Pertanian

Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global

Kompas.com, 18 Maret 2026, 08:09 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
Editor Wisnubrata

Dalam praktiknya, kelompok petani yang tergabung dalam organisasi pengelola IG menerapkan sistem kontrol internal terhadap proses budidaya dan pascapanen. Hasilnya bukan hanya peningkatan kualitas produk, tetapi juga perbaikan harga di tingkat petani.

Studi akademik menunjukkan bahwa penerapan IG di Kerinci memberikan kenaikan harga sekitar empat persen pada tahap awal penerapannya. Angka itu mungkin terlihat kecil, tetapi maknanya besar, premium pasar tidak datang dengan sendirinya. Ia lahir dari organisasi petani, standar mutu, dan sistem kepercayaan pasar.

Jika model ini diperluas ke sentra lain, kayu manis Indonesia bisa memiliki posisi yang jauh lebih kuat di pasar global.

Baca juga: Apa Saja Khasiat Kayu Manis? Ini 10 Daftarnya...

Jalan ke depan

Meski potensinya besar, ada beberapa tantangan yang masih membatasi kesejahteraan pekebun.

Pertama, asimetri informasi harga. Banyak petani tidak mengetahui standar mutu dan harga di tingkat ekspor. Tanpa transparansi grade dan harga, sulit bagi mereka untuk menangkap premium yang dibayar pasar.

Kedua, akses pembiayaan. Siklus produksi kayu manis yang panjang membuat banyak petani kesulitan memperoleh kredit yang sesuai dengan pola tanamnya.

Ketiga, standar mutu dan keamanan pangan. Pasar internasional semakin ketat dalam hal regulasi, pelabelan, dan uji produk. Tanpa kesiapan standar, komoditas kita bisa tersingkir oleh hambatan teknis.

Keempat, dominasi ekspor bahan mentah. Selama struktur ini tidak berubah, nilai tambah akan terus mengalir ke luar negeri.

Baca juga: Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia

Agar kayu manis benar-benar laris di pasar global dan menjadi sumber kesejahteraan, ada beberapa langkah yang perlu segera dilakukan.

Pertama, membangun infrastruktur mutu di sentra produksi. Rumah pengeringan higienis, fasilitas sortasi, dan laboratorium uji mutu harus tersedia di tingkat koperasi atau kelompok tani.

Kedua, memperkuat pembiayaan berbasis daur tanaman. Skema kredit perlu disesuaikan dengan siklus panen kayu manis yang mencapai bertahun-tahun.

Ketiga, mempercepat hilirisasi berbasis koperasi dan UMKM. Produk seperti bubuk kayu manis, potongan standar ekspor, hingga minyak atsiri dapat dikembangkan di tingkat daerah.

Keempat, memperluas sertifikasi dan Indikasi Geografis untuk meningkatkan reputasi produk Indonesia di pasar global.

Selama ini keberhasilan ekspor sering diukur dari volume dan nilai perdagangan. Namun bagi komoditas rakyat seperti kayu manis, ukuran yang lebih penting sebenarnya adalah kesejahteraan pekebun.

Jika Indonesia ingin menjadikan kayu manis sebagai ikon rempah modern, maka jawabannya harus terlihat di desa-desa penghasil kayu manis, seperti di Kerinci, Sumatera Barat, hingga sentra-sentra baru di berbagai daerah.

Baca juga: Cara Budidaya Kayu Manis dengan Benar agar Panennya Berkualitas

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau