Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenali, Gejala Serangan Hama Penggerek Daun

Kompas.com - 19/10/2022, 18:56 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggerek daun atau penggorok daun merupakan salah satu hama tanaman kedelai yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Seperti namanya, larva hama ini merusak bagian daun tanaman.

Gejala serangan hama ini sebenarnya mudah dikenali. Dikutip dari Jurnal Litbang Pertanian 29(1), Rabu (19/10/2022), berikut penjelasan lengkapnya.

Gejala serangan hama penggerek daun

Gejala lalat penggorok daun bisa terlihat dari adanya liang korokan berwarna putih benih pada mesofil daun. Jika korokan tersebut dibuka, maka akan terlihat larva hidup yang memakan daun tersebut.

Baca juga: 6 Hama dan Penyakit Tanaman Kedelai yang Patut Diwaspadai

Jika dibiarkan begitu saja, liang korokan tersebut akan berubah warna menjadi kecoklatan, daun layu, dan gugur. sementara itu, imago lalat penggerek daun juga bisa menusuk opivositornya pada daun yang masih muda.

Gambar Tanaman kedelaiPixabay/jcesar2015 Gambar Tanaman kedelai

Jumlah dan umur daun sangat mempengaruhi intensitas serangan hama ini. Gejala serangan hama ini dapat menyebar hingga ke tajuk tanaman.

Kerusakan akibat hama penggerek daun

Secara umum, kerusakan akibat hama penggerek daun dibedakan menjadi dua yaitu kerusakan langsung dan tidak langsung. Kerusakan langsung disebabkan oleh aktivitas makan larva.

Baca juga: 4 Pemeliharaan Tanaman Kedelai agar Bebas Hama dan Panennya Melimpah

Aktivitas tersebut bisa menyebabkan fotosintesis tanaman terganggu. Kerusakan tersebut biasanya terjadi pada jaringan palisade daun ketika tanaman membuat korokan.

Serangan berat bisa menyebabkan daun gugur. Akibatnya, produksi tanaman menjadi terganggu karena hasil fotosintesisnya tidak maksimal.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau