Penulis
Ilustrasi tanaman cabai, daun cabai.Tanaman seperti ini diperoleh dari hasil persilangan berkali-kali hingga didapat bibit unggul.
Kedua, menggunakan pupuk dasar yang kompleks dan seimbang.
Ketiga, mengendalikan serangga vektornya yaitu dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif abamektin atau dimetoat secara berkala. Penyemprotan sebaiknya dilakukan sore hari saat hama thrips dan aphids muncul ke permukaan.
Baca juga: Catat, Ini 5 Gulma pada Tanaman Cabai yang Mengganggu
Keempat, menerapkan cara menanam cabe dengan sistem plastik mulsa. Sebab, plastik mulsa akan memantulkan cahaya matahari dan menakuti aphids serta thrips di siang hari.
Kelima, melakukan rotasi tanam atau pergiliran tanam untuk membatasi siklus hidup virus gemini.
Terakhir, menyemprotkan antivirus tanaman berbahan hidroksibenzoat pada periode awal tanam guna meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan virus.
Perlu diperhatikan pula bahwa penggunaan pupuk nitrogen yang berlebihan memang akan melemahkan daya tahan tanaman terhadap infeksi virus gemini, hal ini bisa terlihat jelas pada tanaman cabe dan jagung.
Diharapkan setelah membaca artikel ini anda bisa lebih memahami penyakit bulai dan mengetahui cara pencegahan dini penyakit bulai pada cabe dan juga menjadi lebih bijaksana dalam penggunaan pupuk nitrogen.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.