Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak, Ini Cara Menanam Pohon Belimbing Bangkok

Kompas.com - 15/08/2022, 20:25 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Belimbing Bangkok merupakan salah satu jenis belimbing yang banyak digemari karena rasanya yang manis dan segar.

Pohon belimbing Bangkok cukup mudah ditanam dan perawatannya tidak sulit. Tanaman ini bisa untuk dibudidayakan di lahan budi daya atau pekarangan rumah, asalkan syarat tumbuhnya terpenuhi.

Apa saja syarat tumbuh belimbing Bangkok? Bagaimana cara menanamnya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Baca juga: Pedoman Tepat Budidaya Pohon Belimbing agar Berbuah Banyak

Syarat tumbuh belimbing bangkok

Ilustrasi belimbing, tanaman belimbing. Manfaat belimbing untuk kesehatan, khasiat buah belimbing. SHUTTERSTOCK/WISIT JONGJAM Ilustrasi belimbing, tanaman belimbing. Manfaat belimbing untuk kesehatan, khasiat buah belimbing.

Mengutip dari buku 20 Tanaman Buah Koleksi Eksklusif, Senin (15/8/2022), tanaman belimbing Bangkok cocok di tanam di dataran rendah dengan ketinggian maksimal 500 meter di atas permukaan laut.

Suhu lingkungan yang sesuai untuk tanaman ini yaitu 20-30 derajat Celsius dengan curah hujan 2000-2500 mm per tahun.

Belimbing Bangkok juga menyukai tempat terbuka yang mendapatkan intensitas penyinaran 45-50 persen. 

Baca juga: Catat, Ini Cara Menanam Semangka Kuning yang Benar

Pertumbuhan pohon belimbing Bangkok akan optimal jika angin tidak terlalu kencang karena bisa menyebabkan bunga atau buah mudah gugur.

Selain memiliki syarat iklim, budi daya belimbing Bangkok juga harus memperhatikan tanah atau lahan pertanaman.

Tanah yang mendukung pertumbuhan tanaman ini adalah tanah yang subur, gembur, mengandung bahan organik, memiliki aerasi dan drainase baik, serta ber-pH antara 5.5-6.0.

Baca juga: Simak, Begini Cara Mengatasi Daun Durian Menguning dan Rontok

 

Cara menanam pohon belimbing bangkok

Setelah mendapatkan area yang sesuai dengan syarat tumbuh belimbing Bangkok, langsung melakukan budi daya tanaman tersebut.

Berikut langkah-langkah budi daya pohon belimbing Bangkok yang perlu diketahui.

  • Memilih bibit berkualitas

Ilustrasi belimbing, tanaman belimbing. PIXABAY/BISHNU SARANGI Ilustrasi belimbing, tanaman belimbing.

Bibit yang berkualitas merupakan salah satu kunci kesuksesan budi daya belimbing Bangkok. Pastikan memilih bibit yang pertumbuhannya baik, berbatang mulus, serta terhindari dari hama dan patogen.

  • Penanaman

Langkah selanjutnya budi daya belimbing Bangkok adalah penanaman. Berikut cara menanam pohon belimbing bangkok 

Baca juga: Cara Budidaya Anggur agar Cepat Berbuah

  1. Buat lubang tanam dengan berukuran 60 x 60 x 60 cm. Jika menanam lebih dari satu tanaman, jarak antartanaman 6 x 6 meter.
  2. Biarkan lubang tanam terbuka selama dua minggu.
  3. Campur tanah galian dengan pupuk kandang sebanyak 10 kilogram (kg), pupuk NPK sebanyak 200 gram, dan kapur pertanian sebanyak 2 kg.
  4. Masukkan media tanam yang sudah dicampur dengan pupuk ke lubang tanam tersebut, lalu biarkan selama satu minggu.
  5. Gali kembali lubang tanam tersebut, kemudian letakan bibit pohon belimbing bangkok ke dalam lubang tanam tersebut.
  6. Timbun bibit dengan tanah galian setinggi leher akar.
  7. Terakhir, padatkan tanah agar bibit bisa tumbuh dengan tegak. Lalu, siram tanaman muda tersebut.

Baca juga: Cara Mencangkok Tanaman Mangga, Mudah Dilakukan

 

  • Pemeliharaan tanaman

Untuk menunjang pertumbuhan belimbing Bangkok, pemeliharaan tanaman perlu dilakukan. Beberapa jenis perawatan yang sering dilakukan adalah penyiraman, pemupukan, pemangkasan, pengendalian OPT, dan pembungkusan buah.

  • Panen

Setelah buah belimbing Bangkok matang, buah tersebut bisa segera dipanen. Cara panennya cukup mudah dengan memetik buah yang sudah masak.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau