Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak, Cara Menanam Jagung Manis agar Berbuah Besar di Lahan Gambut

Kompas.com - 16/08/2022, 13:28 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

 

2. Membuat jarak tanam

Langkah berikutnya setelah menyiapkan lahan yaitu membuat jarak tanam. Pada sistem budi daya monokultur, jarak tanam dibuat 75 x 20 cm dengan isi tanaman per lubang tanam hanya satu.

Sedangkan pada sistem budi daya tanam campur, jarak tanam sama seperti monokultur. Hanya saja pada barisan pinggir diberi jarak 1,5 m dari tanaman lain yang tumbuh pada area tersebut.

3. Penambahan bahan amelioran

Salah satu perlakukan khusus yang menjadi bagian dari cara menanam jagung manis agar berbuah besar di lahan gambut yaitu menambahkan bahan amelioran. Jenis bahan amelioran yang diberikan, antara lain; dolomit 10 g/lubang tanam (0,4 ton/ha) dan pupuk kandang atau kompos 50 g/lubang tanam (2 ton/ha).

Baca juga: 5 Tips Memilih Benih Jagung Manis Berkualitas

Bahan amelioran tersebut kemudian ditambahkan dalam abu hasil pembakaran gulma terkendali. Abu yang ditambahkan disesuaikan dengan kebutuhan.

ilustrasi menanam benih jagung manisRODNAE Productions ilustrasi menanam benih jagung manis

4. Mulai menanam

Sebelum benih di tanam, perlu ada perlakuan benih dengan Metalisin (Rendomil, Saromin, dll) 1 kg/20 kg benih. Perlakuan ini diperlukan untuk mencegah penyakit bulai yang sering menyerang jagung.

Setelah itu, proses penanaman bisa segera dilakikan. Cara menanam jagung manis agar berbuah besar cukup dengan meletakan benih pada lubang tanam.

Jumlah benih dalam setiap lubang tanam antara 1-2 benih. Kemudian, tutup lubang tanam.

Baca juga: Catat, Ini 5 Jenis Pupuk untuk Jagung agar Buahnya Besar

5. Pemupukan

Setelah penanaman selesai, tahapan berikutnya yaitu pemupukan. Perlakukan ini diperlukan untuk meningkatkan unsur hara dalam media tanam.

Pupuk yang diberikan ada dua jenis yaitu pupuk makro dan mikro. Pupuk makro diperlukan tanaman dalam jumlah banyak dan pupuk mikro dibutuhkan dalam jumlah sedikit.

Halaman Berikutnya
Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau