Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Jagung Tanpa Olah Tanah, Bisa Hemat Biaya Produksi

Kompas.com - 27/08/2022, 17:47 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

 

3. Pemberian pupuk dasar dan pengapuran

Langkah budi daya jagung sistem TOT berikutnya yaitu pemupukan dan pengapuran. Jenis pupuk yang digunakan yaitu pupuk organik.

Pupuk diaplikasikan dengan cara larikan atau ditaburkan. Dosis aplikasinya sekitar 1,5-2 ton per hektare.

Baca juga: Teknik Pemupukan Tanaman Jagung Manis yang Baik dan Benar

Selain pemupukan dasar, ada juga pengapuran. Pemberian kapur biasanya dilakukan pada tanah dengan dengan tingkat keasaman tinggi. Dosis pengapuran sekitar 300-400 kg per hektare.

4. Menyiapkan benih

Benih yang digunakan yaitu benih unggul dengan tingkat pertumbuhan lebih dari 95%. Sebelum ditanam, benih direndam terlebih dahulu dalam insektsida. Tujuannya untuk mencegah penularan penyakit tular benih.

5. Mengatur jarak tanam

Jarak tanaman jagung dalam satu jagung biasanya 20 cm dan jarak antar baris sekitar 70-75 cm. Pemberian jarak tanam berguna untuk mempermudah perawatan dan menjaga agar pertumbuhan tanaman tetap optimal.

Baca juga: Cara Budidaya Jagung di Polybag, Solusi untuk Lahan Terbatas

ilustrasi menanam benih jagung manisRODNAE Productions ilustrasi menanam benih jagung manis

6. Penamanam

Cara menanam jagung tanpa olah tanah yaitu dengan meletakan benih pada lubang tanam. Dalam satu lubang tanam bisa diisi dua benih.

Kemudian, tutup lubang tanam dengan tanah namun tidak perlu dipadatkan. Di tempat lain, siapkan juga persemaian benih yang nantinya akan digunakan untuk menyulam tanaman apabila ada benih yang tidak tumbuh atau tanaman jagung yang rusak.

5. Pemupukan susulan

Pemupukan tambahan biasnaya dilakukan 2-3 kali dalam satu masa tanam atau tergantung dengan kondisi lahan dan varietas yang ditanam. Jagung hibrida biasanya membutuhkan pemupukan lebih banyak dibandingkan jagung biasa.

Jenis pupuk yang digunakan yaitu pupuk dengan kandungan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Unsur N bisa diperoleh dari Urea, P bisa didapatkan dari SP36, dan K dari pupuk KCl.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau