Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Lidah Buaya agar Panennya Melimpah

Kompas.com - 28/08/2022, 17:18 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

 

3. Menyiapkan lahan budidaya

Tumbuhan lidah buayapixabay.com Tumbuhan lidah buaya

Langkah menyiapkan lahan budi daya seperti berikut. 

  • Membersihkan gulma dan sisa tanaman pada area tersebut.
  • Kemudian olah tanah menggunakan cangkul dengan kedalaman 20-30 sentimeter.
  • Biarkan tanah dalam kedaan terbuka selama satu sampai dua minggu untuk mengurangi tingkat keasaman maupun kandungan air.
  • Tanah dicangkul kembali dua sampi tiga kali sembari ditambahkan abu sebanyak 0,5 sampai satu kilogram per meter persegi.
  • Lakukan penggambitan, kemudian dibakar dan tanah dicangkul kembali.
  • Lakukan penggaruan untuk menghilangkan akar tanaman lain.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Lidah Buaya di Dalam Ruangan

4. Membuat bedengan

Bedengan adalah tumpukan tanah yang biasanya dibuat persegi atau persegi panjang untuk menanam tanaman.

Pada budi daya lidah buaya, bedengan dibuat dengan lebar 100-120 sentimeter atau 150-200 sentimeter. Di antara bedengan, buat saluran irigasi untuk mempermudah aliran air dan dalam bedengan dibuat lubang tanam untuk menanam bibit lidah buaya.

5. Penanaman

Cara menanam lidah buaya adalah membenamkan bibit pada lubang tanam hingga batas leher akar. Setelah itu, tambahkan tanah atau media tanam lainnya di sekitar akar bibit tersebut agar tanaman muda bisa berdiri kokoh

Penanaman sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari dan lakukan pengawasan setiap hari. Apabila mendapati tanaman yang mati, segera ganti dengan tanaman baru. 

Baca juga: Panduan Menanam Lidah Buaya di Polybag, Cocok di Halaman Rumah

6. Pemberian pupuk

Pemupukan sebenarnya dilakukan pada awal penanaman dengan mengaplikasikan pupuk kandang. Namun, saat tanaman mulai tumbuh, dilakukan lagi pemupukan susulan.

Pemupukan susulan pertama dilakukan saat tanaman berumur satu sampai dua bulan dengan mengaplikasikan pupuk Urea sebanyak 7,5-15 gram per tanaman.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau