Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Lidah Buaya agar Panennya Melimpah

Kompas.com - 28/08/2022, 17:18 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

 

Sedangkan saat umur tanaman menginjak empat sampai limabulan, berikan pupuk KCl dengan dosis 20-25 gram per tanaman.

Pemupukan dilakukan dengan cara ditaburkan di sekitar tanaman, kemudian tutup pupuk dengan tanah agar tidak menguap atau hilang terbawa air.

Baca juga: Cara Merawat Tanaman Lidah Buaya agar Tumbuh Subur

7. Pemeliharaan tanaman

Ilustrasi tanaman lidah buaya. PEXELS/CINTIA SIQEUIRA Ilustrasi tanaman lidah buaya.

Untuk tanaman lidah buaya tumbuh baik, lakukan pemeliharaan. Adapun jenis pemeliharaan yang perlu dilakukan dalam budi daya lidah buaya seperti berikut:

Penyiangan: Dilakukan untuk mengurangi populasi gulma di area budi daya.

Penyulaman: Kegiatan mengganti tanaman yang mati atau pertumbuhannya tidak normal. Biasanya, dilakukan saat tanaman lidah buaya berumur sebulan.

Pembumbunan: Dilakukan untuk mengubur batang yang sudah tinggi agar tidak mudah rebah. Pembumbinan bisanya dilakukan bersama penyiangan.

Pemotongan ujung pelepah: Ini bertujuan mempertebal pertumbuhan pelepah yang dilakukan dua bulan sebelum panen.

Pengendalian hama dan penyakit: Dilakukan dengan cara memadukan antara pengendalian mekanis, biologis, dan kimiawi.

Baca juga: Panduan Menanam Lidah Buaya di Polybag, Cocok di Halaman Rumah

8.Pemanenan

Cara penan lidah buaya adalah menyayat pelepah dari pangkal batang tanaman menggunakan pisau tajam. Panen dilakukan setelah tanaman memiliki 15 pelepah dan daging ludah buaya sudah berwarna putih.

Lidah buaya yang sudah dipanen, kemudian dikumpulkan, dibersihkan, disortasi, dikemas, dan disimpan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau