Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ragam Teknik Mencangkok Tanaman yang Perlu Diketahui

Kompas.com - 17/09/2022, 15:40 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

Cabang tanaman dibiarkan tumbuh di permukaan tanah. Apabila batang yang ditanam sudah muncul akar, maka cabang tersebut akan dipotong dan dijadikan sebagai bibit tanaman baru.

Cara mencangkok tamanan ini terbagi lagi menjadi beberapa jenis. Berikut ulasannya.

a. Tip layerage

Mencangkok dengan cara ini dilakukan dengan merundukkan cabang ke permukaan tanah, sehingga ujung cabang bisa dibenamkan ke tanah. Cabang tersebut dibenamkan selama kurang lebih 2-3 bulan hingga ujung cabang membentuk akar.

Baca juga: Cara Mencangkok Tanaman Mangga, Mudah Dilakukan

b. Simple layerage

Simple layerage merupakan cara mencangkok tanaman dengan membenamkan sebagian cabang tanaman dan sebagian lainnya dibiarkan muncul di permukaan tanah. Biasanya tanaman yang diperbanyakan dengan cara ini antara lain; apel, mawar, delima, dan lain-lain.

Ilustrasi cangkok tanaman, mencangkok tanaman. SHUTTERSTOCK/KRITCHAI7752 Ilustrasi cangkok tanaman, mencangkok tanaman.

c. Trench layerage

Teknik ini kurang lebih sama dengan dua cara di atas. Hanya saja, pada bagian yang dibenamkan panjangnya sekitar 10-25 cm saja dan dibenamkan pada kedalaman 10 cm di bawah tanah.

d. Serpentine layerage

Cara mencangkok tanaman selanjutnya yaitu dengan teknik serpentine layerage atau compound layerage. Cara ini dilakukan dengan melengkungkan ranting secara memanjang, kemudian dibenamkan dalam tanah secara selang seling.

Baca juga: Gampang, Begini Cara Mencangkok Durian

Nantinya tunas akan muncul pada bagian yang tidak dibenamkan. Sedangkan bagian yang dibenamkan akan ditumbuhi akar.

Cabang tersebut kemudian bisa dipotong setelah akar dan tunas tumbuh. Cabang tersebut nantinya bisa dijadikan sebagai bibit tanaman.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau