Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Jeruk Baby Pacitan, Rasanya Manis dan Cocok untuk Anak-anak

Kompas.com - 20/09/2022, 08:21 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi pohon jeruk baby pacitan, menanam jeruk baby pacitan.SHUTTERSTOCK/WIWIK WAHYUDI Ilustrasi pohon jeruk baby pacitan, menanam jeruk baby pacitan.

Biji ditanam dengan jarak tanam 1 sampai 1,5 x 2 cm. Selanjutnya, siram biji yang sudah ditanam.

Baca juga: 11 Penyakit yang Kerap Menyerang Tanaman Jeruk Nipis dan Solusinya

Beri atap pada persemaian untuk melindungi benih. Setelah tingginya 20 cm, yakni pada umur 3 sampai 4 bulan, pindah tanam ke polybag.

Isi polybag dengan media semai yang terdiri dari pupuk kandang dan sekam (1:1) atau pupuk kandang, sekam, dan pasir (1:1:1).

Perbanyakan vegetatif dapat dilakukan dengan sambung pucuk dan mata tempel, dengan memilih batang bawah dari jenis jeruk yang akarnya kuat dan luas, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahan kekeringan, serta toleran terhadap penyakit (virus, busuk akar, dan nematoda).

Batang bawah yang sehat memiliki ciri diameter batang 2-3 cm, permukaan batang halus, akar serabut banyak, akar tunggang berukuran sedang, memiliki sifat-sifat yang sama seperti induknya.

Baca juga: Cara Menanam Jeruk Nipis di Pot, Bisa di Halaman Rumah

2. Pengolahan tanah

Sebelum dilakukan penanaman, perlu persiapan lahan, dengan membersihkan tanah dari sisa-sisa tanaman terdahulu, gulma, dan tanaman pengganggu lainnya. Gemburkan tanah, lalu buat bedengan berukuran 1 x 1 x 1 meter.

Buat lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm atau 60 x 60 x 75 cm dengan jarak tanam 5 x 5 cm atau 5 x 6 cm. Jarak tanam disesuaikan dengan ukuran bibit dan banyaknya bibit yang akan ditanam.

Biarkan lubang tanam tetap terbuka selama dua minggu agar mikroorganisme merugikan mati terkena panas matahari. Campurkan tanah bekas galian lubang dengan 20 kg bahan organik (3 bagian tanah, 1 bagian pasir, dan 2 bagian pupuk kandang) atau 25 kg pupuk kandang/kompos dan 100 gram pupuk NPK.

Halaman Berikutnya
Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau