Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Jeruk Baby Pacitan, Rasanya Manis dan Cocok untuk Anak-anak

Kompas.com - 20/09/2022, 08:21 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi tanaman jeruk, pohon jeruk. PIXABAY/ANNCAPICTURES Ilustrasi tanaman jeruk, pohon jeruk.

Sebelum melakukan penyiraman, cek kondisi kelembapan tanah. Setelah bunga terbentuk, sirami 5 sampai 7 hari sekali sampai bunga menjadi bakal buah.

Selanjutnya, kurangi frekuensi menjadi 7 hingga 10 hari sekali sampai panen.

Baca juga: Cara Menanam Jeruk Nipis agar Berbuah Lebat

Jeruk baby pacitan yang ditanam di dalam pot atau di pekarangan tidak terlalu banyak memerlukan pemupukan. Cukup menggunakan pupuk organik khusus tanaman jeruk atau pupuk NPK dengan dosis sesuai anjuran pemakaian.

Pupuk dapat dicampur dengan air hingga menjadi larutan dan disiramkan berbarengan dengan jadwal penyiraman atau dibenamkan di sekeliling batang pokok di bawah lingkar luar tajuk tanaman.

Untuk mempercepat pembungaan dan pembuahan, berikan pupuk NPK daun atau pupuk ZPT. Cara pemberian pupuk dengan membuat selokan kecil sedalam 20 hingga 30 cm melingkar di sekeliling batang tanaman seluas tajuk.

Sebagai salah satu upaya pencegahan serangan hama dan penyakit pada tanaman jeruk baby pacitan, lakukan penyiangan rutin terhadap gulma dan berbagai jenis tanaman pengganggu lainnya.

Baca juga: 4 Manfaat Kulit Jeruk untuk Tanaman, Bisa Usir Hama dan Jadi Pupuk

Penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah. Secara berkala tanah perlu digemburkan kembali agar kemampuannya menyerap air lebih baik, nutrisinya terjaga, sekaligus sebagai tindakan pencegahan penyebaran penyakit tular tanah.

Tanaman jeruk baby pacitan memiliki tajuk yang lebar dan rapat sehingga memerlukan pemangkasan secara rutin agar mendapatkan sinar matahari secara merata. Pemangkasan awal dilakukan untuk membentuk pohon.

Pangkas semua tunas dan ranting yang tumbuh tidak teratur, sisakan 3 tunas untuk membentuk cabang primer. Setelah cabang primer tumbuh besar dan bertunas banyak, pangkas dengan menyisakan 3 tunas pada masing-masing cabang.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau