Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Pakan Lele dari Ampas Tahu

Kompas.com - 03/10/2022, 19:20 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi ikan lele. PIXABAY/PEXELS Ilustrasi ikan lele.

Siapkan blender, dan sampah kepala ikan asin diblender dengan penambahan sedikit air hingga halus dan kemudian di masukkan ke dalam adonan yang telah dibuat sebelumnya.

Tambahkan larutan EM4 yang telah dicampurkan molasses. Aduk hingga adonan benar-benar tercampur.

Baca juga: 5 Jenis Tanaman dan Rumput yang Disukai Kambing, Jadikan Pakan Hijauan

Terakhir tambahkan ragi tempe, taburkan secara merata dan diaduk kembali hingga tercampur secara merata.

Dalam pembuatan yang perlu diperhatikan adalah bahan adonan dijaga agar jangan sampai terlalu basah.

Kemudian, lakukan fermentasi selama 7 sampai 10 hari di dalam ember atau plastik yang diberi slang dengan ujungnya diberi botol plastik bekas air mineral yang berisi air.

Setelah bahan pakan terfermentasi, bahan pakan dikeluarkan dan digelar di karung setipis mungkin dengan tujuan untuk mengurangi kadar air dan pelepasan gas hasil fermentasi. Biarkan selama satu hari.

Baca juga: 6 Jenis Rumput yang Bisa Jadi Pakan Ternak Bergizi

Kemudian keesokan harinya, lakukan pencetakan menggunakan alat sederhana atau mesin. Hasil pakan yang dicetak dimasukkan dalam wadah yang disiapkan untuk dijemur.

Dalam dua sampai tiga hari pakan telah kering dan siap untuk diberikan pada ikan atau disimpan.

Berdasarkan hasil percobaan, aroma atau bau pakan masih kurang bila dibandingkan dengan aroma pakan pabrikan. Anda bisa mencoba menambahkan terasi udang untuk menambah aroma pakan yang dibuat.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau