Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Rumput Gajah agar Tumbuh Lebat

Kompas.com, 10 Oktober 2022, 19:57 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Rumput gajah adalah tanaman hijau yang yang digunakan sebagai pakan ternak. Tanaman ini bisa ditanam di mana saja, asalkan tanahnya luas dan tidak tergenang.

Tanaman ini cukup potensial untuk dikembangkan karena kebutuhan pasarnya cukup besar, terutama untuk suplay peternakan kambing atau sapi skala besar. Meskipun demikian, tanaman ini peka terhadap pemupukan nitrogen dan memerlukan pemeliharaan yang intensif.

Dilansir dari Repositori UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Senin (10/10/2022), berikut tahapan budidaya rumput gajah agar bisa tumbuh lebat dan menguntungkan.

Baca juga: Mengenal Rumput Pakchong, Pakan Ternak Bernutrisi Tinggi

Pengolahan lahan

Pengolahan lahan yang akan digunakan sama seperti pada budidaya tanaman lainnya. Tanah dicangkul sebanyak 1-2 kali kemudian digemburkan.

Ilustrasi tanaman rumput gajahPixabay/Hans Ilustrasi tanaman rumput gajah

Selain itu, tanah juga perlu dibersihkan dari tanaman liar. Tujuannya untuk menghindari serangan hama dan penyakit.

Pada tanah datar, perlu dibuat saluran drainase yang fungsinya sebagai saluran penyiraman dan untuk menghindari genangan air. Lebar dan dalamnya saluran ini kurang lebih 30-25 cm atau sesuai kebutuhan.

Penanaman

Rumput gajah bisa dikembangbiakan dengan stek batang. Panjang stek yang disarankan sekitar 25 cm atau 2-3 ruas yang diambil dari tanaman induk berumur 3-6 bulan.

Baca juga: 5 Jenis Tanaman dan Rumput yang Disukai Kambing, Jadikan Pakan Hijauan

Batang yang menjadi bahan stek dipotong dengan arah miring. Kemudian ditanam pada lahan yang sudah diolah.

Stek rumput gajah ditanam dengan jarak 50 x 50 cm. Penanaman sebaiknya dilakukan saat musim hujan tiba.

Pemupukan

Tanaman rumput gajah sangat responsif terhadap pemupukan berat. Maka dari itu, pupuk kandang yang diperlukan cukup banyak.

Pupuk kandang diperlukan untuk menambah hara dalam tanah. Biasanya pemupukan dilakukan 1 atau 2 minggu sebelum tanam sebanyak 10 ton/ha. Selain pupuk kandang, pemberian pupuk kimia seperti Urea, SP36, dan KCl juga diperlukan untuk meningkatkan kesuburan tanaman.

Baca juga: 6 Jenis Rumput yang Bisa Jadi Pakan Ternak Bergizi

Penyiangan

Selain pemupukan, agar rumput gajah tumbuh dengan baik, maka perlu dilakukan penyiangan dengan rutin. Penyiangan adalah kegiatan membersihkan gulma yang biasanya dilakukan dilakukan saat rumput gajah berumur 1 bulan.

Ilustrasi rumput gajahPixabay/Hans Ilustrasi rumput gajah

Pemotongan

Pemotongan pertama dilakukan saat tanaman berumur kurang lebih 60 hari. Pemotongan ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan dan jumlah anakan.

Pemotongan berikutnya dilakukan setiap 40 hari sekali. Namun, saat memasuki musim kemarau, sebaiknya waktu pemotongan diperpanjang menjadi 60 hari.

Tinggi pemotongan sekitar 10-15 cm dari permukaan tanah. Hindari pemotongan rumput gajah yang terlalu tinggi karena bisa menyebabkan sisa batang yang keras.

Baca juga: Manfaat Air Rendaman Rumput sebagai Pupuk dan Cara Membuatnya

Pemotongan yang terlalu rendah juga tidak disarankan karena bisa mengurangi mata tunas atau tunas muda yang sedang tumbuh. Hal tersebut bisa menyebabkan produktivitas menurun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau