Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Langkah Menanam Wortel dari Benih

Kompas.com, 15 Oktober 2022, 20:00 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wortel sangat disukai masyarakat karena kandungan vitamin A yang banyak. Kandungan vitamin A ini tersimpan dalam bentuk beta karoten yang bagus untuk kesehatan mata.

Wortel sering dimasak menjadi sayur sop ataupun dijadikan salad. Kebutuhan pasar yang cukup tinggi, membuat tanaman ini menjadi salah satu komoditas yang banyak ditanam petani.

Cara menanam wortel sebenarnya tidak terlalu sulit. Namun, kita perlu memahami syarat tumbuh tanaman ini agar pertumbuhannya maksimal.

Baca juga: Cara Menanam Wortel dari Umbi Dalam Pot

Tanaman yang memiliki nama latin Daucus carota ini banyak dibudidayakan di dataran tinggi. Kondisi lahan yang cocok untuk tanaman wortel yaitu pada ketinggian 800-1500 mdpl.

Lahan yang gembur dengan kandungan bahan organik yang banyak serta pH tanah 6-7 sangat disukai oleh tanaman wortel. Sementara itu, berdasarkan keterangan di Cybext Kementerian Pertanian Indonesia, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menanam wortel.

ilustrasi wortel. PIXABAY/JACKMAC34 ilustrasi wortel.

Pengolahan lahan

Langkah awal sebelum melakukan penanaman yaitu melakukan pengolahan lahan. Berikut ini tahap-tahap pengolahan lahan yang perlu dilakukan.

Baca juga: Cara Menanam Wortel di Dataran Rendah dari Benih Berkualitas

  • Bersihkan lahan dari rumput liar dan benda lainnya yang mengganggu.
  • Lahan digemburkan menggunakan cangkul maupun traktor.
  • Setelah lahan menjadi gembur buatlah bedeng dengan lebar 100 - 120 cm.
  • Buatlah Jarak antar bedengan selebar 50 cm.
  • Berikan pupuk kandang sebanyak 15-20 ton/Ha pada bedengan.

Pemilihan benih

Pemilihan benih unggul sangat perlu dilakukan sebelum melakukan penanaman. Benih unggul akan menentukan hasil wortel yang dipanen. Pastikan membeli benih wortel yang bersertifikat, untuk mengetahui mutu dan kualitas benih.

Penanaman

Setelah persiapan lahan dan benih selesai, sekarang waktunya melakukan penanaman. Berikut ini cara menanam wortel yang benar:

  • Tebarkan benih wortel pada bedengan secara merata.
  • Tutup dengan tanah dengan lapisan yang tipis.
  • Lakukan penyiraman dan perawatan secara rutin.

Baca juga: Usia Panen Tanaman Wortel dan Cara Memanennya

ilustrasi wortel lengkap dengan daunnya atau green wortel. PIXABAY/JILLWELLINGTON ilustrasi wortel lengkap dengan daunnya atau green wortel.

Perawatan

Perawatan yang baik akan menghasilkan wortel yang berkualitas dan memiliki bobot yang tinggi. Perawatan tanaman wortel meliputi penyiraman, pemupukan, pembersihan gulma, dan pemberantasan hama serta penyakit.

Panen

Wortel siap untuk dipanen pada umur 12 minggu setelah tanam. Pemanenan wortel yang telat akan menyebabkan umbi menjadi keras dan tidak enak untuk dikonsumsi.

Itu dia cara menanam wortel dari mulai persiapan sampai panen. Lakukan langkah-langkah tersebut dengan seksama untuk menghasilkan wortel yang berkualitas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau