Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal 5 Varietas Belimbing yang Ditanam di Indonesia

Kompas.com, 19 Oktober 2022, 08:19 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Belimbing adalah salah satu tanaman buah yang populer dan dikenal masyarakat. Tanaman buah ini banyak ditemukan baik di pedesaan maupun perkotaan, bahkan ditanam pula di pekarangan rumah.

Belimbing memiliki jenis dan varietas yang beragam. Beberapa varietas belimbing lokal pun memiliki kualitas yang unggul, dengan rasa buah yang enak.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Rabu (19/10/2022), berikut beberapa varietas belimbing yang banyak ditanam di Indonesia.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Pohon Belimbing Bangkok

Ilustrasi belimbing, buah belimbing di pohon. PIXABAY/BISHNU SARANGI Ilustrasi belimbing, buah belimbing di pohon.

1. Varietas belimbing bangkok

Belimbing ini berasal dari Thailand. Namun, tidak ada kejelasan mengenai masuknya varietas ini ke Indonesia, karena banyak versi cerita masyarakat dari mulut ke mulut.

Belimbing bangkok memiliki ciri di antaranya warna buah kuning kemerahan saat matang serta belimbingannya agak melebar dan pipih dengan bagian pinggir tetap berwarna hijau meskipun buah sudah tua.

Rasa daging buahnya manis dan mengandung banyak air. Berat rata-rata buahnya sekitar 165 gram.

2. Varietas belimbing demak

Tanaman belimbing demak memiliki warna daun hijau tua, permukaan daun cekung, daun tipis, duduk daun berhadapan, bentuk daun bundar telur, pangkal daun membulat pada daun yang paling atas dan asimetrik pada daun yang di pinggir, ujung daun meruncing.

Baca juga: Cara Menanam Alpukat Wina, Varietas Lokal Kualitas Unggul

Bentuk bunga bulat, kecil, tersusun dalam suatu tandan, warna tandan bunga merah tua, warna mahkota bunga merah keunguan, sedangkan warna benang sari kekuningan. Jumlah bunga per tandan antara 1 sampai 3 buah.

Ilustrasi belimbing, salah satu tanaman tabulampotSHUTTERSTOCK/WISIT JONGJAM Ilustrasi belimbing, salah satu tanaman tabulampot

Setiap petal bejumlah 5 buah berwarna ungu tua, terdapat benang sari di bagian bawah ovul, dan mempunyai putik berbentuk tabung.

Buah muda berwarna hijau muda, sedangkan buah matang berwarna putih kekuningan, buah matang dapat dipanen 65 hari setelah berbunga. Rasa buah manis asam, kurang renyah dan mengandung banyak air.

3. Varietas belimbing demak kapur dan demak kunir

Di Indonesia, varietas jenis belimbing asal Demak ini sudah sangat terkenal, bersama dengan jenis varietas satu daerahnya, yakni demak kunir dan demak jingga. Dari bibit dan penampilan tananamannya, ketiga varietas tersebut sulit dibedakan.

Baca juga: 7 Varietas Jeruk Besar Unggulan yang Ada di indonesia

Produksi per pohon berkisar 150 sampai 350 buah dengan bobot 200 sampai 400 gram per buah. Bentuk buah lonjong dan lebar pipih dengan daging yang tipis.

Belimbing demak kunir sama populernya dengan demak kapur. Bibit dan sosok tanamannya hampir sama dengan varietas demak kapur.

Perbedaannya terletak pada warna buah, terutama buah yang sudah matang. Varietas demak kunir memiliki warna kulit buah kuning keemasan, sehingga lebih menarik dibandingkan demak kapur.

Aroma yang dikeluarkan pun harum dan mengandung air.

Baca juga: 3 Varietas Anggur Manis yang Dikembangkan di Indonesia

4. Varietas belimbing dewi

Belimbing dewi yang muncul pada tahun 1980 merupakan hasil kontes buah-buahan yang diikuti oleh salah satu kebun pembibitan. Sekilas, belimbing ini mirip belimbing bangkok.

Akan tetapi, belimbing dewi tergolong buah asli lokal. Belimbing dewi sangat populer karena memiliki banyak kelebihan, salah satunya ukuran buahnya cukup besar.

Ilustrasi belimbing, tanaman belimbing. PIXABAY/BISHNU SARANGI Ilustrasi belimbing, tanaman belimbing.

Panjang buah bisa mencapai lebih dari 15 cm dengan diameter sekitar 10 cm. Berat rata-rata 200 sampai 250 gram per buah, bahkan ada yang mencapai 500 gram.

Buah yang matang berwarna kuning kemerahan dan mengilap dengan pinggiran berwarna hijau, sehingga membuat belimbing ini tampak menarik. daging buahnya padat, manis dan mengandung sedikit air.

Baca juga: 8 Varietas Semangka Tanpa Biji, Apa Saja?

Belimbing dewi tahan disimpan lama pada suhu kamar. Selain itu, jenis ini mempunyai tajuk daun yang rimbun dan berbuah lebat.

Buah belimbing dewi cukup terkenal karena kualitasnya, sehingga banyak dikoleksi dan ditangkarkan. Tanaman ini juga cocok ditanam di pot.

5. Varietas belimbing sembiring

Varietas sembiring memiliki warna daun hijau tua, permukaan daun cekung, daun lebih kaku, duduk daun berseling, bentuk daun bundar telur, pangkal daun runcing pada daun yang paling atas, asimetrik pada daun yang di pinggir, ujung daun meruncing.

Buah muda berwarna hijau muda, buah matang kuning tua. Buah matang 70 hari setelah berbunga rasanya manis asam dan banyak mengandung air.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Petani Lebak Sulap Sawah Kering Jadi Ladang Sayur, Omzet Rp 15 Juta Per Bulan
Petani Lebak Sulap Sawah Kering Jadi Ladang Sayur, Omzet Rp 15 Juta Per Bulan
Varietas Tanaman
Petani Aceh Tamiang Panen Padi Pakai Perahu Karet di Tengah Banjir
Petani Aceh Tamiang Panen Padi Pakai Perahu Karet di Tengah Banjir
Berita
Pasok Sayuran Program MBG, Petani Transmigrasi Bangka Selatan Terjamin
Pasok Sayuran Program MBG, Petani Transmigrasi Bangka Selatan Terjamin
Berita
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Varietas Tanaman
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Varietas Tanaman
Norwegia Suntik Bantuan, Tanjabtim Hijaukan 475 Hektar Hutan dan Benteng Pesisir
Norwegia Suntik Bantuan, Tanjabtim Hijaukan 475 Hektar Hutan dan Benteng Pesisir
Varietas Tanaman
Kabar Baik Sektor Pangan, 87 Persen Lahan Baku Sawah Masuk Perlindungan LP2B
Kabar Baik Sektor Pangan, 87 Persen Lahan Baku Sawah Masuk Perlindungan LP2B
Berita
Karhutla Belum Usai, Lahan Hortikultura Palangka Raya Mulai Terdampak
Karhutla Belum Usai, Lahan Hortikultura Palangka Raya Mulai Terdampak
Berita
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada Beras hingga Cabai, Stok Beras 4,5 Juta Ton
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada Beras hingga Cabai, Stok Beras 4,5 Juta Ton
Berita
Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Berita
Bukan Lagi Milik Negara Maju, Smart Farming Bikin Petani Dunia Ketiga Cuan
Bukan Lagi Milik Negara Maju, Smart Farming Bikin Petani Dunia Ketiga Cuan
Berita
Perkuat Pangan Nasional, Kemenhut dan KSPL Dorong Potensi Perhutanan Sosial
Perkuat Pangan Nasional, Kemenhut dan KSPL Dorong Potensi Perhutanan Sosial
Berita
Tembus Rp 1.480 Triliun, Ini Rincian Dana Global Selamatkan Alam dari Kerusakan
Tembus Rp 1.480 Triliun, Ini Rincian Dana Global Selamatkan Alam dari Kerusakan
Berita
Amankan Pasokan Pupuk Nasional, RI Incar Tambang Fosfat di Aljazair
Amankan Pasokan Pupuk Nasional, RI Incar Tambang Fosfat di Aljazair
Berita
Dari Kopi hingga Sawit, Cara PISAgro Cetak Perempuan Petani Mandiri Finansial
Dari Kopi hingga Sawit, Cara PISAgro Cetak Perempuan Petani Mandiri Finansial
Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau