Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Prinsip Dasar dan Komponen Pengendalian Hama Terpadu pada Tanaman

Kompas.com, 24 Oktober 2022, 18:11 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

Petani menjadi ahli PHT

Cara pengendalian hama terpadu sebaiknya dikuasai dan dikembangkan petani sendiri. Dengan demikian, petani lebih mandiri dan bisa menerapkan konsep PHT di wilayahnya masing-masing. Kebiasaan ini nantinya bisa membentuk petani menjadi ahli PHT.

Komponen pengendalian hama terpadu

Selain prinsip dasar, komponen PHT juga perlu dipahami. Adapun komponen PHT seperti berikut.

Ilustrasi perangkap lampu untuk mengatasi serangan hamaShutterstock/akula bala guravaiah Ilustrasi perangkap lampu untuk mengatasi serangan hama

1. Pengendalian fisik

Pengendalian fisik adalah usaha menekan populasi hama dengan tindakan fisik seperti; pemasangan lampu perangkap, pembasahan, pengeringan, pembakaran, pemanasan, pendinginan, dan sebagainya.

Baca juga: 6 Hama yang Menyerang Tanaman Alpukat dan Cara Mengatasinya

2. Pengendalian mekanis

Pengendalian mekanis yang bisa dilakukan untuk mengatasi hama, antara lain pengumpulan telur menggunakan tangan, pemotongan pucuk, pemangkasan cabang, gropyokan, pembungkusan buah, dan lain sebagainya.

3. Pengendalian secara kultur teknis

Cara pengendalian hama terpadu lainnya adalah pengendalian secara kultur teknis atau dengan teknik cocok tanam. Pengendalian ini bisa mengurangi dan menekan populasi hama.

Beberapa teknik pengendalian kultur teknis, antara lain sanitasi, pengelolaan air, pengolahan lahan, dan lain sebagainya. 

Baca juga: Cara Stek Pohon Duku agar Cepat Tumbuh dan Berbuah

4. Penggunaan varietas tahan hama 

Ilustrasi Trichoderma sp sebagai pupuk organik dan pestisida alami untuk tanaman.SHUTTERSTOCK/KHEMMARAT JITTASUPO Ilustrasi Trichoderma sp sebagai pupuk organik dan pestisida alami untuk tanaman.

Penggunaan varietas tahan hama merupakan upaya pencegahan serangan hama. Dengan menggunakan varietas unggul yang tahan hama, maka risiko kerusakan tanaman bisa dicegah dan diminimalisir.

5. Pengendalian hayati

Pengendalian hayati adalah cara menekan populasi hama menggunakan agensia hayati seperti predator, parasitoid, jamur antagonis, maupun bakteri antagonis.

Baca juga: Manfaat dan Cara Mengaplikasikan Trichoderma sp untuk Tanaman

6. Pengendalian melalui regulasi

Peraturan ketat seputar karantina tanaman juga termasuk bagian dalam pengendalian hama terpadu. Dengan adanya regulasi dan dasar hukum yang tegas, persebaran hama natar wilayah bisa dicegah.

7. Pengendalian kimiawi

Cara pengendalian hama ini hanya boleh dilakukan saat terjadi ledakan hama. Meski demikian, penggunaan pestisida kimiawi tidak boleh berlebih karena bisa menyebabkan resistensi hama.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Varietas Tanaman
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Varietas Tanaman
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Varietas Tanaman
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Varietas Tanaman
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Varietas Tanaman
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Varietas Tanaman
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Varietas Tanaman
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Varietas Tanaman
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Varietas Tanaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Varietas Tanaman
Halusinasi Negara Agraris
Halusinasi Negara Agraris
Tips
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Tips
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau