Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mudah, Ini Cara Menanam Buncis agar Hasilnya Menguntungkan

Kompas.com - 25/10/2022, 18:02 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

Baca juga: Cara Menanam Kacang Panjang agar Tumbuh Subur

Penyiangan

Penyiangan adalah kegiatan pembersihan lahan dari gulma atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman buncis. Perawatan ini berguna menghindari persaingan antara gulma dan tanaman budidaya.

Pemupukan

Ilustrasi buncis. PIXABAY/ENREVANCHE Ilustrasi buncis.

Jenis pupuk yang diberikan untuk tanaman buncis disesuaikan dengan jenis tanahnya. Jika menanam buncis pada tanah berpasir, berikan pupuk Urea 50 kg/ha, SP 36 100 kg/ha, dan KCl 100 kg/ha.

Sementara itu, pada jenis tanah lain, berikan Urea 50 kg/ha, SP 36 100 kg/ha, dan KCl 50 kg/ha. Untuk tanah tandus, berikan pupuk kandang 10 ton/ha atau pupuk Urea 100 kg/ha, TSP 300 kg/ha, dan KCl 100 kg/ha.

Pupuk diberikan dengan cara membuat lubang pemupukan, kemudian meletakkan pupuk pada lubang tersebut. Tutup lubang pemupukan agar pupuk tidak tercuci dan menguap.

Baca juga: Mudah, Begini Cara Menanam Okra

Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit pada budi daya buncis bisa dengan pengendalian mekanik, biologi, atau kimia. Pengendalian kimiawi dilakukan saat serangan hama dan penyakit sudah melebihi ambang batas ekonomi.

Pemanenan

Tanaman buncis biasanya sudah bisa dipanen saat berumur dua hingga 2,5 bulan. Buncis bisa dipanen sebanyak empat sampai lima kali dengan selang waktu pemanenan lima hingga tujuh hari.

Buncis biasanya dipanen ketika masih muda karena rasanya lebih enak dan tidak keras.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau