Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Seledri di Pot agar Tumbuh Subur

Kompas.com - 27/10/2022, 18:02 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi tanaman seledri di polybag, menanam seledri di polybag. SHUTTERSTOCK/JOKO P Ilustrasi tanaman seledri di polybag, menanam seledri di polybag.

4. Perawatan tanaman seledri

Cara menanam seledri dalam pot selanjutnya adalah merawatnya dengan baik. Perawatan tanaman seledri tidak begitu sulit, penyiraman hanya dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Baca juga: Mudah, Ini Cara Menanam Buncis agar Hasilnya Menguntungkan

Jika media masih basah dan lembap, maka Anda tidak perlu menyiramnya.

Untuk pemeliharaan dengan pupuk, cukup tambahkam pupuk kandang pada media atau pupuk organik lain yang memiliki kandungan nitrogen tinggi. Tanaman seledri juga dikenal tahan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman.

Hindari penyemprotan menggunakan pestisida kimia, karena residunya akan sangat berbahaya jika tertelan saat dikonsumsi.

5. Panen

Biasanya tanaman seledri dapat dipanen pada umur 60 sampai 70 hari setelah tanam. Panen dapat dilakukan jika tinggi tanaman telah mencapai 20 hingga 30 cm.

Baca juga: Cara Menanam Timun Jepang agar Panennya Melimpah

Sebaiknya panen dilakukan pagi pagi hari pukul 07.00 sampai 09.00 pagi atau sore hari pada pukul 14.00 sampai 16.00 sore. Jika hanya untuk dikonsumsi sendiri maka sebaiknya panen dilakukan dengan memotong bagian batangnya saja dan sisakan bagian bonggolnya, agar dapat merangsang pembentukan tunas baru.

Sedangkan jika untuk dijual ke pasaran maka panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman dari pot. Kemudian bersihkan bagian akarnya dan buang daun yang rusak.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau