Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Cengkeh agar Cepat Panen

Kompas.com - 22/11/2022, 11:59 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Polybang ditempatkan pada daerah yang sejuk namun cukup mendapatkan sinar matahari sekitar 25 persen. Pantau perkembangan bibit cengkeh secara rutin dan teliti.

Ilustrasi cengkeh. PIXABAY/ABUYOTAM Ilustrasi cengkeh.

3. Penyiapan lahan

Penyiapan lahan pada cengkeh dilakukan dua bulan sebelum menanam cengkeh. Lahan yang baik ialah berada di area terbuka dan memperoleh sinar matahari, bebas gulma, bebatuan dan tanaman pengganggu, serta dilakukan penggemburan denga pupuk kandang.

Baca juga: Cara Menanam Selada di Halaman Rumah, Bisa Panen dalam 40 Hari

Setelah tanah digemburkan dengan pupuk kandang kurang lebih satu minggu, tanah dicangkul dengan kedalaman 75 cm dan lebar 50 cm, kemudian dimasukkan lagi pupuk kandang ke dalam lubang.

Lahan kemudian didiamkan sampai bibit siap ditanam.

4. Pemindahan bibit cengkeh

Bibit cengkeh yang telah berusia dua tahun dapat dipindahkan pada lahan, sehingga batang cengkeh menjadi besar dan bisa menghasilkan kuncup bunga yang banyak.

Adapun bibit yang dipindahkan pastikan termasuk bibit dengan batang yang lurus, lalu bersihkan bibit dari polybag dan tanam pada lubang yang tersedia. Bibit cengkeh yang telah ditanam kemudian dipadatkan sambil menyemprotkan air ke dalam tanah.

Baca juga: Berapa Umur Tanaman Kedelai yang Siap Panen? Ini Ulasannya

Bibit cengkeh yang ditanam kemudian diikat dengan kayu untuk mempertahankan posisinya tetap tegak. Terakhir, pupuk kandang ditaburkan pada area sekitar lubang tanaman cengkeh.

5. Perawatan dan panen cengkeh

Proses perawatan tanaman cengkeh terbilang mudah dan tidak terlalu merepotkan. Proses penyiangan dengan membersihkan gulma pada area sekitar batang cengkeh.

Pemupukan dengan pupuk kandang dilakukan satu kali dalam empat bulan.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau