Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Budidaya cabai cenderung susah-susah gampang. Menanam cabai cenderung sulit karena tanaman cabai sangat komplek permasalahannya, baik itu kendala dari cuaca, iklim, hama penyakit maupun dari harga.
Salah satu kendala yang sangat sering terjadi pada budidaya cabai adalah terjadinya kerontokan bunga maupun buah cabai.
Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Jumat (25/11/2022), berikut beberapa penyebab bunga dan buah cabai rontok.
Baca juga: Cara Memasang Mulsa Plastik untuk Tanaman Cabai
Ilustrasi tanaman cabai keriting merahBeberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kerontokan bunga dan buah tanaman cabai adalah sebagai berikut.
Baca juga: Tips Sukses Menanam Cabai Besar Saat Musim Hujan
Hal ini bertujuan agar kita mudah menjaga kelembapan udara dan tanahnya. Akan tetapi, perlu diingat bahwa tanaman cabai tidak suka diairi berlebihan, karena bisa menyebabkan tanaman layu.
Bebaskan tanaman cabai dari naungan bangunan maupun tanaman lain yang lebih besar
Tanaman cabai rawitDalam pemupukan tanaman cabai harus diperhatikan pemberian unsur nitrogen. Pemberian terlalu banyak bisa sangat membahayakan kehidupan tanaman cabai.
Bukan hanya dari kerontokan bunga dan buah, tetapi tanaman cabai juga menjadi rentan dari serangan hama dan penyakit. Kekurangan unsur nitrogen juga kurang bagus karena tanaman cabai menjadi kurang subur.
Baca juga: Media Tanam Cabai Rawit di Polybag, Apa Saja?
Hati-hati terhadap serangan virus. Cegah dengan mengendalikan vektor penyebarnya, di antaranya kutu kebul dan aphids.
Selain itu, sebelum menanam cabai, Anda harus memastikan bahwa lahan bebas dari bebagai virus (bukan bekas tanaman yang terserang virus) atau hindari menanam cabai pada area yang berdekatan dengan tanaman lain yang terkena virus.
Cegah sedini mungkin serangan hama-hama penghisap (kutu-kutuan) dengan manipulasi lingkungan maupun menggunakan insektisida, terutama saat musim kemarau
Lakukan monitoring dan kendalikan serangan penyakit tanaman cabai. Ini terutama penyakit patek tanaman cabai.
Baca juga: Penyakit Busuk Basah Buah Cabai, Penyebab dan Cara Mengendalikannya
Pada awal penanaman usahakan pemberian kalsium (kapur). Bisa juga dengan pemberian kalsium dengan cara penyemprotan
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.