Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Langkah Budidaya Jambu Mete agar Panennya Banyak

Kompas.com - 28/11/2022, 15:00 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

Jambu mete yang sudah dipanenPixabay/giovanni42 Jambu mete yang sudah dipanen

Penanaman kemudian dilakukan 4 sampai 6 minggu setelah lubang tanam disiapkan. Kemudian, bibit ditanam dalam lubang tanam tersebut dan tutup kembali lubang tanam sembari dipadatkan. Lalu, beri penyangga dari bambu agar bibit tidak rebah.

Pemeliharaan tanaman

Untuk menunjang pertumbuhan dan produktivitas tanaman, maka perlu perawatan yang rutin. Beberapa kegiatan perawatan tanaman jambu mete yang diperlukan, seperti berikut:

Baca juga: Cara Budidaya Jambu Kristal

  • Penyiraman: dilakukan secara rutin pagi dan sore hari namun jangan sampai tergenang.
  • Penyulaman: kegiatan untuk mengganti bibit yang tidak tumbuh atau yang pertumbuhannya tidak normal.
  • Penyiangan dan penggemburan: dilakukan untuk membersihkan gulma yang tumbuh di area budidaya tanaman. Sementara itu, penggemburan bertujuan agar tanah tidak terlalu padat dan akar tanaman bisa tumbuh dengan baik.
  • Pemupukan: diberikan untuk menunjang pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Jenis pupuk yang diberikan yaitu pupuk kandang, kompos, maupun pupuk buatan.
  • Pemangkasan: dilakukan untuk membersihkan cabang yang kurang produktif.
  • Penjarangan: dilakukan secara bertahap agar tajuk tanaman tidak saling menutupi.
  • Pengendalian hama dan penyakit: dapat dilakukan dengan menyemprotkan pestisida sesuai dengan anjuran.

Baca juga: Cara Menanam Mangga di dalam Pot, Solusi untuk Lahan Sempit

Panen

Tanaman jambu mete bisa dipanen pertama kali pada umur 3 sampai 4 tahun. Cara panennya yaitu dengan memetik buah yang sudah berumur 60 sampai 70 hari sejak muncul bunga.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau