Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

13 Cara Mengendalikan Lalat Buah, Apa Saja?

Kompas.com, 4 Desember 2022, 13:04 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Lalat buah merupakan salah satu hama utama yang menyerang berbagai jenis buah seperti; jeruk, mangga, jambu, melon, dan lain sebagainya. Serangan hama ini dapat menurunkan kualitas buah.

Serangan yang berat bahkan bisa menyebabkan gagal panen. Oleh karena itu, pengendalian hama ini harus dilakukan sedini mungkin untuk mencegah kerusakan yang parah.

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Minggu (4/12/2022), cara mengendalikan lalat buah bisa dilakukan sebelum maupun setelah panen. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Baca juga: Cara Mengendalikan Lalat Buah Tanaman Cabai

Pengendalian pra panen

Pengendalian lalat buah sebelum panen bisa menekan populasi hama ini. Dengan demikian, risiko kerugian atau kerusakan akibat hama ini bisa dicegah. Berikut beberapa cara mengendalikan lalat buah sebelum panen.

Ilustrasi lalat buah.SHUTTERSTOCK / SUPAPORNKH Ilustrasi lalat buah.

1. Pembungkusan

Pembungkusan dilakukan saat buah masih kecil. Tujuannya agar lalat buah tidak meletakkan telur pada buah tersebut. Dengan demikian, buah yang dihasilkan lebih bersih.

2. Sanitasi kebun

Sanitasi kebun berguna untuk memutus daur hidup lalat buah. Dengan demikian, perkembangan hama ini bisa ditekan.
Sanitasi kebun dilakukan dengan cara mengumpulkan buah yang terserang lalat buah, membersihkan daun tanaman yang gugur, dan lain sebagainya.

Baca juga: Cara Mengendalikan Hama Lalat Buah yang Sering Menyerang Pohon Mangga

3. Penyiangan

Gulma menjadi inang alternatif hama ini. Maka dari itu, perlu dilakukan penyiangan untuk menekan populasi lalat buah.

4. Menggunakan biopestisida

Penggunaan bio pestisida juga dapat menekan populasi lalat buah. Selain itu, biopestisida ini juga bisa melindungi tanaman buah dari jenis hama lain yang berisiko menyebabkan kerusakan.

5. Menggunakan musuh alami

Cara mengendalikan hama lalat buah berikutnya yaitu menggunakan musuh alami. Lalat buah memiliki musuh alami berubah parasitoid dan predator seperti; semut, laba-laba, dan lain sebagainya. Dengan kehadiran musuh alami, maka populasi lalat buah bisa berkurang dengan sendirinya.

Ilustrasi perangkap lalat atau serangga yang dibuat dari botol plastik bekas. SHUTTERSTOCK/JPREAT Ilustrasi perangkap lalat atau serangga yang dibuat dari botol plastik bekas.

6. Atraktan

Atraktan bisa digunakan untuk mengendalikan lalat buah lewat 3 cara, yakni; mendeteksi populasi lalat buah, menarik lalat buah agar bisa ditangkap, dan mengacaukan lalat buah yang hendak berkembang biak.

Baca juga: Cara Lindungi Mangga dari Lalat Buah dan Codot, Bungkus Pakai Plastik

7. Memasang perangkap

Selain menggunakan atraktan, Anda juga bisa memasang perangkap dari botol air mineral yang dipasang kapas dengan dibasahi metil eugenol. Nantinya, lalat buah akan masuk dalam jebakan tersebut dan tidak menyerang buah yang ada di pohon.

8. Karantina tumbuhan

Cara pengendalian ini dilakukan lewat peraturan. Tujuannya untuk mencegah persebaran buah yang terserang lalat buah masuk dari wilayah atau negara lain.

9. Teknik serangga mandul

Cara pengendalian ini harus dibantu dengan alat-alat laboratorium untuk membuat serangga menjadi mandul. Setelah itu, serangga dilepas di kebun agar berbaur dengan serangga normal, tujuannya untuk menekan populasi keturunan.

Ilustrasi menyemprotkan pestisida ke tanaman. SHUTTERSTOCK/DAVID MORENO HERNANDEZ Ilustrasi menyemprotkan pestisida ke tanaman.

10. Pengendalian kimiawi

Cara mengendalikan lalat buah selanjutnya yaitu dengan menyemprotkan insektisida. Cara ini dilakukan saat serangan lalat buah sudah sangat masif dan berisiko menyebabkan kerugian besar apabila tidak segera dikendalikan.

Pengendalian pasca panen

Setelah panen, tak menutup kemungkinan masih terdapat larva maupun telur lalat buah. Maka dari itu, pengendalian pasca panen tetap diperlukan. Adapun beberapa penanganan pasca panen yang bisa dilakukan, seperti berikut;

Baca juga: 3 Tips Mengaplikasikan Pestisida Saat Musim Hujan

  1. Radiasi: dilakukan pada buah yang akan di ekspor atau import. Tujuannya untuk mencegah hama berkembang pada buah.
  2. Fumigasi: dilakukan menggunakan gas yang mengandung pestisida dalam ruangan yang tertutup.
  3. Perlakukan udara panas dan dingin: dilakukan menggunakan mesin khusus untuk mengatur suhu agar bisa mematikan lalat buah yang masih tertinggal di dalam buah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau