Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak, Cara Menanam Lemon agar Cepat Berbuah Lebat

Kompas.com, 8 Desember 2022, 19:34 WIB
Add on Google
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Lemon adalah salah satu jenis jeruk yang yang banyak tumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropis serta tidak tahan akan cuaca dingin. Pohon Lemon berukuran sedang dengan ketinggian mencapai 6 meter.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Kamis (8/12/2022), buah lemon banyak digunakan sebagai penyedap dan penyegar, baik untuk makanan maupun minuman. Lemon memiliki banyak kandungan seperti vitamin C yang tinggi, kalium, natrium, dan lainnya.

Adapun manfaat lemon untuk kesehatan dan kecantikan antara lain dapat digunakan untuk diet, dapat digunakan untuk merawat kulit kepala dan rambut, menghilangkan jerawat, memutihkan gigi, menyeimbangkan pH dalam tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh, dan lain-lain.

Baca juga: Simak, Cara Budidaya Lemon agar Cepat Panen dan Berbuah Lebat

Ilustrasi lemon. shutterstock/Ekaterina Iatcenko Ilustrasi lemon.

Anda dapat menanam lemon baik dalam skala besar maupun untuk konsumsi sendiri. Berikut cara menanam lemon agar cepat berbuah lebat.

1. Persiapan lahan tanam

Pastikan lahan tanam yang akan digunakan untuk menanam atau budidaya lemon memiliki tanah yang gembur dan memiliki kandungan unsur organik yang baik, sehingga nutrisi yang dibutuhkan tanaman lemon terpenuhi.

Lahan juga harus mendapatkan asupan sinar matahari yang cukup, terbebas dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya, serta memiliki tingkat garam rendah.

Pertama, lahan tanam dibersihkan terlebih dahulu dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Selanjutnya, gemburkan lahan dan buatlah gundukan tanah yang nantinya akan ditanami bibit dan beri jarak antar tanaman yang satu dengan yang lain.

Baca juga: Perbedaan Jeruk Nipis, Jeruk Purut, Jeruk Limau, dan Jeruk Lemon

Jangan lupa pula perhatikan kedalaman lubang tanam dengan menyesuaikannya akar bibit.

2. Persiapan bibit lemon

Bibit lemon bisa diperoleh dengan cara membeli bibit yang telah terjamin kualitas serta diakui secara legal oleh negara di toko pertanian. Bibit yang akan ditanam perlu diperhatikan kualitasnya karena kualitas bibit akan memengaruhi jeruk lemon yang dihasilkan.

Ilustrasi tanaman lemon, pohon lemon, buah lemon. UNSPLASH/ERNEST PORZI Ilustrasi tanaman lemon, pohon lemon, buah lemon.

3. Penanaman lemon

Jika semua sudah siap, segera lakukan penanaman. Penanaman dilakukan dengan cara menancapkan bibit pada gundukan yang telah dibuat.

Pastikan tanaman jeruk lemon yang telah ditanam mendapatkan sinar matahari serta air yang cukup.

Baca juga: Cara Menanam Jeruk Lemon Cui di Pot

4. Perawatan tanaman lemon

Lakukan pemupukan maksimal sebanyak empat kali dalam setahun dengan menggunakan campuran atau kombinasi antara pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk NPK, dan pupuk ZK. Pemberian pupuk tersebut harus diberikan dengan dosis dan pada waktu yang tepat.

Lakukan pula pemberantasan hama dan penyakit yang menyerang tanaman jeruk lemon seperti ulat, lalat buah, tungau, dan masih banyak lainnya. Anda bisa melakukan pemberantasan hama penyakit tersebut dengan cara membuat jebakan atau melakukan penyemprotan pestisida.

Agar meningkatkan jumlah cabang sehingga produktivitas tanaman jeruk lemon meningkat maka perlu dilakukan penebangan terhadap sebagian batang utama tanaman.

Jumlah buah terlalu banyak pada musim panen pertama juga perlu di pangkas untuk produktivitas buah pada tahun mendatang.

Baca juga: 3 Varietas Jeruk Manis di Indonesia, Apa Saja?

5. Panen lemon

Tanaman jeruk lemon biasanya dapat dipanen setelah berumur tiga sampai lima tahun. Akan tetapi, jika penanaman dilakukan melalui bibit vegetatif maka pertumbuhannya akan lebih cepat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau