Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Cara Merawat Pohon Duku agar Cepat Berbuah

Kompas.com, 10 Desember 2022, 17:40 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Duku merupakan buah yang banyak ditemukan di Indonesia. Buah ini cukup disukai karena rasanya yang enak dan harganya relatif terjangkau.

Budidaya buah duku cukup mudah dilakukan. Akan tetapi, agar pohon duku cepat berbuah, perlu dilakukan perawatan tanaman dengan optimal.

Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Sabtu (10/12/2022), berikut ini sejumlah cara merawat pohon duku agar cepat berbuah.

Baca juga: 5 Varietas Buah Duku Unggulan di Indonesia, Apa Saja?

Penyulaman

Penyulaman berguna untuk mengganti tanaman yang mati atau pertumbuhannya tidak normal. Penyulaman bisa dilakukan di awal pertanaman.

Tanaman dukuPixabay/najibzamri Tanaman duku

Penyiangan

Kegiatan perawatan pohon dulu lainnya yaitu penyiangan. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk menghilangkan tanaman liar yang tumbuh di sekitar pohon duku. Penyiangan bisa dilakukan secara mekanis maupun kimiawi dengan mengaplikasikan herbisida.

Pemupukan

Pemupukan dibutuhkan untuk meningkatkan unsur hara yang menunjang pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Pemupukan dilakukan secara bertahap, seperti berikut:

Baca juga: Kenali, Ini Karakteristik Tanaman Duku, dari Batang sampai Buah

  • Tahun kedua dan ketiga: pupuk organik 15 sampai 30 kg, Urea 100 g, TSP 50 g, dan ZK 20 g.
  • Tahun keempat, kelima, dan keenam: pupuk organik 25 sampai 40 kg, Urea 150 g, TSP 60 g, dan ZK 40 g.

Dosis pupuk dinaikin seiring bertambahnya umur tanaman. Akan tetapi, pemupukan bisa disesuaikan dengan kondisi tanaman.

Sementara itu, cara pemupukan yaitu dengan menggali tanah melingkari tanaman duku. Kemudian, taburkan pupuk pada lubang pemupukan tersebut dan tutup dengan tanah.

Pengairan

Buah dukuPexels/Any Lane Buah duku

Tanaman duku membutuhkan air untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Meskipun demikian, penyiraman harus tetap disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Pasalnya, penyiraman berlebih bisa menyebabkan tanaman terganggu.

Pengendalian hama dan penyakit tanaman

Cara merawat pohon duku agar cepat berbuah selanjutnya yaitu mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman tersebut. Kegiatan ini bertujuan agar tanaman tetap sehat dan bisa berbuah dengan optimal.

Baca juga: Mudah, Cara Menanam Pohon Duku agar Cepat Berbuah

Cara pengendalian hama dan penyakit tanaman bisa dilakukan dengan mengaplikasikan pestisida sesuai anjuran.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Varietas Tanaman
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Varietas Tanaman
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Varietas Tanaman
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Varietas Tanaman
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Varietas Tanaman
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Varietas Tanaman
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Varietas Tanaman
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Varietas Tanaman
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Varietas Tanaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Varietas Tanaman
Halusinasi Negara Agraris
Halusinasi Negara Agraris
Tips
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Tips
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau