Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mudah, Cara Menanam Jeruk Limau agar Bisa Berbuah Banyak

Kompas.com, 24 Desember 2022, 10:20 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Jeruk limau atau jeruk limo merupakan jenis jeruk yang kulitnya berwarna hijau tua, ukurannya kecil, dan tekstur kulitnya agak kasar. Sekilas jeruk limau sama seperti jeruk nipis.

Padahal, kedua jenis jeruk ini berbeda. Jeruk limau memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan jeruk nipis.

Diameter jeruk limau hanya sekitar 2,5 cm dan bulirnya kecil. Rasa buah jeruk ini asam dan aromanya segar, sehingga sering dijadikan penyedap masakan.

Baca juga: Perbedaan Jeruk Nipis, Jeruk Purut, Jeruk Limau, dan Jeruk Lemon

Tanaman jeruk limau cukup mudah dibudidayakan, bahkan sering ditanam di pekarangan rumah. Dikutip dari Gardening Know How, Sabtu (24/12/2022), berikut ini tata cara menanam jeruk limau dari biji.

Ilustrasi jeruk limau. WIKIMEDIA COMMONS/DADEROT Ilustrasi jeruk limau.

Pembibitan

Biji yang akan ditanam harus dicuci terlebih dahulu, setelah itu dikeringkan. Kemudian, biji disemai dalam polybag atau pot berisi media tanam yang subur dan lembap.

Letakkan persemaian di tempat yang hangat dan cerah. Setelah beberapa minggu, biji akan berkecambah. Bibit tanaman jeruk limau bisa dipindahkan ke pot yang lebih besar setelah memiliki tinggi sekitar 15 cm.

Baca juga: Tips dan Cara Menanam Jeruk agar Berbuah Sepanjang Tahun

Pindah tanam

Cara menanam jeruk limau bisa dilakukan di dalam pot atau lahan terbuka. Jika ingin menanam pada pot, maka pastikan bagian bawah pot juga berlubang agar drainasenya lancar.

Kemudian, isi pot dengan media tanam yang subur dan letakkan bibit jeruk limau di tengah pot tersebut. Terakhir, tutup lubang tanam dan padatkan agar bibit jeruk limau tidak roboh.

Penanaman jeruk di lahan terbuka juga mengharuskan lahan yang tanahnya gembur. Dengan demikian, lahan harus diolah terlebih dahulu.

Ilustrasi jeruk limau, jeruk limoPexels/Digital Buggu Ilustrasi jeruk limau, jeruk limo

Perawatan tanaman

Tanaman jeruk limau akan tumbuh dengan baik apabila dirawat dengan maksimal. Berikut tips merawat jeruk limau yang perlu dilakukan.

1. Penyiraman secara rutin

Jeruk limau membutuhkan air dalam jumlah yang cukup. Kekurangan air akan menyebabkan daun gugur, sedangkan kelebihan air bisa menyebabkan tanaman mati. Oleh karena itu, penyiraman harus dilakukan dengan tepat dan konsisten.

Baca juga: Panduan Pemupukan Tanaman Jeruk Keprok agar Panennya Melimpah

2. Pemupukan berimbang

Pemberian pupuk yang berimbang akan membuat tanaman tumbuh dengan baik. Jenis pupuk yang diberikan yaitu kompos atau pupuk tinggi nitrogen.

3. Menjaga kondisi lingkungan tetap hangat

Tanaman jeruk limau memerlukan suhu yang hangat. Maka dari itu, sebaiknya letakkan tanaman pada area yang hangat atau terkena sinar matahari langsung.

Panen

Tanaman jeruk limau bisa dipanen saat buahnya sudah berukuran cepat besar. Cara panen jeruk limau dilakukan dengan memetik buah menggunakan tangan atau alat potong yang bersih.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Varietas Tanaman
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Varietas Tanaman
Norwegia Suntik Bantuan, Tanjabtim Hijaukan 475 Hektar Hutan dan Benteng Pesisir
Norwegia Suntik Bantuan, Tanjabtim Hijaukan 475 Hektar Hutan dan Benteng Pesisir
Varietas Tanaman
Kabar Baik Sektor Pangan, 87 Persen Lahan Baku Sawah Masuk Perlindungan LP2B
Kabar Baik Sektor Pangan, 87 Persen Lahan Baku Sawah Masuk Perlindungan LP2B
Berita
Karhutla Belum Usai, Lahan Hortikultura Palangka Raya Mulai Terdampak
Karhutla Belum Usai, Lahan Hortikultura Palangka Raya Mulai Terdampak
Berita
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada Beras hingga Cabai, Stok Beras 4,5 Juta Ton
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada Beras hingga Cabai, Stok Beras 4,5 Juta Ton
Berita
Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Berita
Bukan Lagi Milik Negara Maju, Smart Farming Bikin Petani Dunia Ketiga Cuan
Bukan Lagi Milik Negara Maju, Smart Farming Bikin Petani Dunia Ketiga Cuan
Berita
Perkuat Pangan Nasional, Kemenhut dan KSPL Dorong Potensi Perhutanan Sosial
Perkuat Pangan Nasional, Kemenhut dan KSPL Dorong Potensi Perhutanan Sosial
Berita
Tembus Rp 1.480 Triliun, Ini Rincian Dana Global Selamatkan Alam dari Kerusakan
Tembus Rp 1.480 Triliun, Ini Rincian Dana Global Selamatkan Alam dari Kerusakan
Berita
Amankan Pasokan Pupuk Nasional, RI Incar Tambang Fosfat di Aljazair
Amankan Pasokan Pupuk Nasional, RI Incar Tambang Fosfat di Aljazair
Berita
Dari Kopi hingga Sawit, Cara PISAgro Cetak Perempuan Petani Mandiri Finansial
Dari Kopi hingga Sawit, Cara PISAgro Cetak Perempuan Petani Mandiri Finansial
Berita
Topang Ketahanan Pangan Nasional, Jatim Diguyur Bantuan Rp 3 Triliun
Topang Ketahanan Pangan Nasional, Jatim Diguyur Bantuan Rp 3 Triliun
Berita
Rendah Emisi, Green Rice Punya Banyak Keunggulan
Rendah Emisi, Green Rice Punya Banyak Keunggulan
Varietas Tanaman
Pemerintah Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi dan Penghentian Deforestasi Pertanian
Pemerintah Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi dan Penghentian Deforestasi Pertanian
Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau