Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Budikdamber, Sistem Pertanian Terpadu yang Sederhana

Kompas.com - 08/01/2023, 13:10 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

  1. Tempatkan ember di area yang terkena sinar matahari.
  2. Berikan pakan ikan 2 hingga 3 kali dengan waktu tetap.
  3. Perhatikan kondisi ember, ikan, dan tanaman.
  4. Apabila nafsu makan ikan menurun, kondisi ikan menggantung (kepala di atas dan ekornya di bawah), serta air beraroma busuk, segera ganti air dalam ember dan bersihkan kotoran yang ada di dasar ember.
  5. Kendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman kangkung.
  6. Lakukan penyiraman tanaman bersama dengan pemberian pakan. Sebaiknya penyiraman dilakukan pagi dan sore hari dengan air yang berasal dari ember.
  7. Ganti air setiap 10 sampai 14 hari sekali dengan penyedotan air sekitar 5 hingga 8 liter atau menyesuaikan kondisi air.
  8. Setelah kangkung tumbuh besar, tambahkan air setinggi leher ember. Tujuannya agar air menyentuh akar kangkung.

Baca juga: Mudah, Begini Cara Meracik Pupuk Hidroponik

Pemanenan

Waktu panen kangkung pertama dapat dilakukan 14 sampai 21 hari setelah tanam. Cara panennya dengan memotong batang kangkung.

Cara panen seperti ini memungkinkan daun kangkung tumbuh kembali dan bisa dipanen lagi dengan jarak 10 sampai 14 hari sekali. Panen kangkung dapat bertahan selama 4 bulan.

Sementara itu, ikan lele bisa dipanen dalam 2 bulan. Cara panen lele cukup dengan mengambil ikan lele menggunakan serokan.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau