Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Jamur Kuping yang Benar agar Panennya Melimpah

Kompas.com - 10/01/2023, 18:12 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

Sterilisasi

Tahapan menanam jamur kuping yang selanjutnya yaitu sterilisasi. Kegiatan ini bertujuan untuk membunuh mikroba dan bakteri yang masih terkandung pada media. Proses sterilisasi dilakukan pada autoclave dengan suhu 95 sampai 120°C, selama 6 hingga 8 jam, kemudian dinginkan baglog.

Ilustrasi jamur kupingShutterstock/iwciagr Ilustrasi jamur kuping

Inokulasi bibit

Setelah baglog dingin, sekarang waktunya untuk proses inokulasi bibit. Ketika melakukan inokulasi bibit, kondisi lingkungan dan media harus benar-benar steril, untuk menghindari kontaminasi. Bibit jamur yang sudah disiapkan, kemudian diinokulasikan ke dalam baglog.

Baca juga: Cara Budidaya Jamur Kuping, Peluang Bisnis yang Menjanjikan

Proses inkubasi

Proses inkubasi bertujuan supaya miselium dari bibit jamur kuping yang sudah di inokulasikan dapat menyebar secara merata pada baglog. Lamanya proses inkubasi sekitar 4 sampai 8 minggu.

Selama inkubasi, pastikan kelembapan dan suhunya terjaga. Kelembapan yang diperlukan sekitar 89 persen dengan suhu antara 25 sampai 33 derajat Celcius.

Pemeliharaan

Pemeliharaan jamur kuping sebenarnya sederhana karena semua nutrisi dan air sudah tersedia di dalam baglog. Namun, untuk menjaga pertumbuhan jamur kuping agar tetap baik, kelembaban harus tetap dijaga.

Baca juga: Panduan Perawatan Budidaya Jamur Tiram agar Panen Melimpah

 

Maka dari itu, sebaiknya semprotkan air menggunakan hand sprayer secara rutin pada ruangan tempat budidaya jamur kuping.

Itulah tadi cara menanam jamur kuping yang benar. Lakukan cara-cara di atas supaya jamur kuping tumbuh dengan baik dan panennya melimpah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau