Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Pupuk dari Limbah Tahu dan Cara Aplikasinya

Kompas.com - 21/01/2023, 15:16 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Air limbah tahu adalah air sisa penggumpalan tahu dari proses produksi tahu. Limbah ini merupakan sisa pencucian, perendaman, penggumpalan, dan pencetakan tahu.

Limbah ini mengandung 40 hingga 60 persen, karbohidrat 25 sampai 50 persen, dan lemak kurang lebih 10 persen. Limbah ini juga mengandung bahan organik seperti nitrogen, fosfor, dan sulfur.

Kandungan unsur hara tersebut yang membuat limbah cair tahu berpotensi untuk diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk tanaman. Cara membuat pupuk dari limbah tahu dan aplikasinya cukup mudah. Dilansir dari jurnal Agritop 17(2), Sabtu (21/1/2023), berikut penjelasannya.

Baca juga: Cara Membuat POC dari Kulit Buah, Mudah dan Praktis

Pembuatan pupuk organik cair dari limbah tahu

Pengolahan limbah cair tahu menjadi pupuk organik sebenarnya tidak sulit. Anda hanya perlu menyiapkan limbah tahu yang berumur 1 hingga 2 hari setelah diperas.

Ilustrasi penyemprotan pupuk cair pada tanaman.SHUTTERSTOCK/VALENTIN VALKOV Ilustrasi penyemprotan pupuk cair pada tanaman.

Limbah tersebut kemudian dicampurkan dengan air sesuai kebutuhan. Setelah itu, pupuk organik dari limbah tahu sudah bisa diaplikasikan.

Aplikasikan pupuk dari limbah tahu

Selain cara pembuatannya yang mudah, aplikasi pupuk dari limbah air tahu cukup mudah. Pupuk tersebut bisa diaplikasikan dengan cara disiram ke tanaman.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Telur Keong Mas

Dosis pupuk ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Waktu aplikasi bisa dilakukan ketika tanaman berumur 1 dan 3 minggu setelah tanam.

Itulah penjelasan seputar cara membuat pupuk dari limbah tahu dan cara aplikasikan. Penggunaan pupuk limbah tahu ini bisa menjadi alternatif pemupukan untuk mengganti pupuk anorganik.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau