Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Kedondong dalam Pot Mudah dan Praktis

Kompas.com, 23 Januari 2023, 18:59 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kedondong adalah buah yang unik karena bagian dalam buahnya terdapat rambut yang menempel di biji. Buah ini memiliki bentuk buat dengan rasa masam dan tekstur renyah.

Dahulu, buah kedondong umumnya ditanam di pekarangan. Akan tetapi, kedondong ternyata bisa ditanam dalam pot.

Lantas, bagaimana cara menanam kedondong dalam pot? Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (23/1/2023), berikut penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Mudah, Begini Cara Menanam Buah Sawo yang Benar

Persiapan alat dan bahan

Sebelum melakukan penanaman, siapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang dibutuhkan seperti:

Buah kedondongShutterstock/Tersi Dae Alesti Buah kedondong

  • Sekop
  • Pot tanaman
  • Sarung tangan
  • Gembor penyiram
  • Pupuk kandang atau pupuk kompos
  • Tanah
  • Bibit kedondong

Proses pembibitan

Bibit tanaman kedondong secara umum diperbanyak menggunakan biji, stek batang, dan cangkok. Kelebihan pembibitan dari biji yaitu memiliki akar yang kuat, namun memiliki waktu yang relatif lama.

Baca juga: Budidaya Manggis yang Benar agar Berbuah Banyak

Perbanyakan bibit yang paling populer yaitu dengan menggunakan cara stek dan cangkok, karena lebih cepat dan dapat menghasilkan kualitas bibit unggul. Pilihlah induk tanaman kedondong yang sehat dan produktivitasnya tinggi. Pilih cabang kedondong yang sehat, kemudian distek ataupun dicangkok.

Pembuatan media tanam

Pembuatan media tanam untuk menanam kedondong dalam pot, lebih mudah dibandingkan budidaya di lahan terbuka. Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan:

  • Campurkan tanah dengan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1.
  • Aduk kedua bahan tersebut sampai tercampur dengan merata.
  • Masukan media tanam tersebut ke dalam pot sampai penuh.
  • Buat lubang tanam pada pot sedalam 5 hingga 10 cm.

Baca juga: Cara Menanam Buah Manggis agar Panennya Melimpah

Penanaman bibit

Cara menanam kedondong dalam pot cukup dengan mudah yaitu dengan meletakan bibit dalam lubang tanam. Kemudian, tutup lubang tanam dengan tanah, siram bibit, dan lakukan perawatan secara rutin.

Perawatan tanaman

Perawatan buah kedondong dalam pot, tidak jauh berbeda pada lahan terbuka. Berikut perawatan yang perlu dilakukan:

Buah kedondong yang sudah dipanenShutterstock/Joko SL Buah kedondong yang sudah dipanen

  • Penyiraman secara rutin, setiap pagi dan sore.
  • Pembersihan rumput liar yang tumbuh didalam pot.
  • Pemupukan secara berkala, sesuai dengan kebutuhan tanaman.
  • Pemangkasan batang tanaman, supaya nutrisi dapat fokus membentuk buah.
  • Pencegahan dan pengendalian hama penyakit yang menyerang tanaman kedondong

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Apel agar Berbuah Banyak

Pemanenan

Tanaman kedondong mulai berbunga pada umur 1 hingga 1.5 tahun. Dari awal muncul bunga sampai buah dapat dipanen memerlukan waktu sekitar 70 hingga 90 hari.

Buah kedondong yang siap dipanen memiliki ukuran buah yang besar dan berwarna hijau gelap. Cara panen kedondong cukup mudah yakni hanya memetik buahnya dan kumpul pada wadah yang bersih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau