Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Budidaya Pegagan, Tanaman Herbal Penuh Khasiat

Kompas.com - 25/01/2023, 18:10 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi tanaman pegagan (Centella asiatica).WIKIMEDIA COMMONS/SHAHIDUL HASAN ROMAN Ilustrasi tanaman pegagan (Centella asiatica).

Benih yang akan di tanam harus sudah berstolon dengan disertai minimal dua calon tunas. Benih berasal dari induk yang telah berumur minimal setahun.

Walaupun pegagan berbiji, perbanyakan dilakukan melalui bagian stolon (vegetatif), yang disemaikan terlebih dahulu selama dua sampai tiga minggu.

Baca juga: Sering Digunakan sebagai Obat, Begini Cara Menanam Sirih yang Benar

Persemaian menggunakan polibag kecil, diisi media tanam campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1, diletakkan di tempat dengan naungan yang cukup dan disiram setiap hari.

3. Penanaman

Penanaman dapat dilakukan langsung di bedengan, polybag, atau pot. Penanaman dilakukan pada bedengan yang telah disiapkan dengan jarak tanam antar baris 20 sampai 30 cm, dan dalam baris 20 sampai 25 cm.

Ukuran polybag atau pot yang digunakan tidak ada patokan. Namun, kebanyakan digunakan polybag atau pot yang berdiameter sekitar 15 cm.

Sebaiknya media tanam yang digunakan mengandung bahan organik agar tanaman tumbuh subur. Setelah penanaman, selanjutnya dilakukan penyiraman.

Baca juga: Simak, Ini Gejala Defisiensi Unsur Hara Tanaman

4. Pemeliharaan

Penyiraman dapat dilakukan satu sampai dua kali sehari tergantung kondisi lahan. Pada daerah kering dapat dilakukan penyiraman paling sedikit dua kali sehari.

Ketersediaan air di media tanam sangat diperlukan terutama pada saat tanaman masih muda.

Pemberian pupuk kandang/kompos sangat dibutuhkan pada tanaman pegagan, tetapi pupuk kimia tidak dianjurkan karena dikhawatirkan disebabkan residu kimia.

Pemupukan diberikan pada awal tanam, dan pemupukan susulan disesuaikan dengan kondisi kesuburan tanah.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau