Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 ZPT Alami, Cara Membuat dan Menggunakannya

Kompas.com - 09/02/2023, 20:41 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi kecambah atau taogeDok. Unsplash / Milada Vigerova Ilustrasi kecambah atau taoge

Taoge mengandung hormon giberellin. Selain mengandung giberellin, taoge juga dapat berfungsi sebagai pupuk pelengkap cair.

Berikut cara membuat ZPT alami dari taoge.

Baca juga: Cara Membuat Zat Perangsang Akar dari Ekstrak Tomat, Mudah dan Praktis

Pertama, siapkan alat dan bahan, yakni 1 mangkuk sayuran hijau, 1 mangkuk taoge, 1 liter air cucian beras, 1 botol minuman probiotik seperti Yakult, 1 butir telur, 4 sendok gula pasir, dan wadah penampungan dengan tutup.

Pisahkan telur antara putih dan kuningnya. Yang akan digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk taoge adalah bagian kuning telur, sisihkan terlebih dahulu.

Potong-potong sayuran hijau hingga menjadi beberapa bagian kecil. Masukkan ke dalam mangkuk bahan-bahan tersebut seperti sayuran hijau, taoge, air cucian beras, 4 sendok gula pasir dan minuman probiotik.

Tambahkan kuning telur di dalamnya, kemudian blender hingga halus dan tercampur rata. Aduk-aduk lalu masukkan ke dalam wadah kemudian hingga rapat selama satu minggu penuh.

Baca juga: Mudah, Ini Cara Membuat Zat Perangsang Akar dari Bonggol Pisang

Setelah dibuka, saring larutan tersebut hingga endapannya tersisa. Keduanya bisa dijadikan pupuk.

Cairannya bisa digunakan sebagai pupuk cair, sementara ampas dan endapannya bisa dijadikan pupuk padat.

5. Air kelapa

Air kelapa mengandung hormon sitokinin. Untuk meningkatkan kandungan sitokinan pada air kelapa biasanya pembuatan ZPT air kelapa ditambahkan bahan lidah buaya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau