Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Tips agar Tanaman Buah dalam Pot Cepat Berbuah

Kompas.com, 24 Februari 2023, 22:24 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Menanam buah tidak hanya bisa dilakukan di tanah, namun juga di pot. Namun, sering kali tanaman buah dalam pot tidak berbuah, hanya daunnya yang lebat.

Dikutip dari laman Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Jumat (24/2/2023), hal ini sering terjadi dan bisa saja penyebabnya berasal dari kesalahan kita dalam merawat tanaman buah dalam pot tersebut.

Salah satunya adalah terlampau rajin memupuk tanaman dengan dosis yang tinggi, dengan harapan tanaman dapat tumbuh subur serta membuahkan buah yang banyak. Padahal pada akhirnya hanya tanaman yang menjulang tinggi dengan cabang yang banyak serta daun yang rimbun, tanpa ada buah.

Baca juga: Penyakit Busuk Basah Buah Cabai, Penyebab dan Cara Mengendalikannya

Ilustrasi menanam tomat di pot gantung. SHUTTERSTOCK/YULIASIS Ilustrasi menanam tomat di pot gantung.

Sama halnya apabila tanaman diberikan pupuk kimia yang berlebihan tanpa disertai dengan pupuk organik, tanah dapat menjadi keras sehingga mengakibatkan tanaman sulit mendapatkan unsur hara untuk pertumbuhannya.

Berikut beberapa tips merawat tanaman buah dalam pot agar cepat berbuah.

1. Tanaman buah harus sesuai dengan iklim di daerah setempat

Jangan sampai tanaman dataran tinggi ditanam di dataran rendah, begitupun sebaliknya. Hal ini menjadi penting diperhatikan karena akan menentukan tanaman tersebut dapat berbuah jika sesuai dengan ketinggian tempat tumbuhnya.

Sebagai contoh, strawberry akan rajin berbuah jika ditanam di daerah dingin dan kurang cocok ditanam di daerah panas atau dataran rendah.

Baca juga: Mengenal 8 Varietas Tomat Unggul, Hasilkan Panen Buah Melimpah

2. Asal usul bibit yang jelas

Tempat pembelian dan perolehan asal bibit yang ditanam di pot harus jelas. Sangat dianjurkan untuk membeli bibit di tempat penangkar yang terpercaya.

Dengan mengetahui varietas dan asal usul bibit yang jelas maka dapat menghilangkan salah satu penyebab tanaman tidak berbuah.

Ilustrasi menanam buah naga di potShutterstock/Arie Rinanda Ilustrasi menanam buah naga di pot

3. Bibit yang akan ditanam telah cukup umur

Agar tanaman buah dalam pot cepat berbuah usia bibit juga harus diperhatikan, sehingga tidak menunggu terlalu lama untuk membuahkannya. Usia yang ideal adalah antara empat sampai enam bulan sejak bibit turun dari induknya.

4. Media tanam harus subur dan gembur

Media tanam harus memenuhi syarat tumbuh tanaman. Untuk itu, Anda harus memahami jenis campuran media yang cocok untuk suatu tanaman buah.

Baca juga: Penyebab Kualitas Buah Durian Menurun dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi tanaman pepaya di dalam pot, menanam pepaya di pot. SHUTTERSTOCK/AIMPOL BURANET Ilustrasi tanaman pepaya di dalam pot, menanam pepaya di pot.

Media tanam terdiri atas tanah, pupuk kandang, kompos, dan bahan lain sebagai tambahan. Penggantian media tanam sangat disarankan setahun sekali.

Cara penggantiannya pun bisa dilakukan hanya sebagian media tanam.

5. Nutrisi yang seimbang untuk tanaman

Kebutuhan hara dan nutrisi juga harus cukup. Untuk itu, dibutuhkan pemupukan secara rutin.

Kelebihan dan kekurangan dosis tentu dapat berdampak buruk bagi tanaman. Intinya, tanaman membutuhkan unsur hara makro (N, P, dan K) serta unsur hara mikro , seperti Ca, Mg, dan S.

Baca juga: Hama yang Menyerang Buah Rambutan dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi pemberian pupuk organik untuk tanaman.SHUTTERSTOCK/FOOTMADE0525 Ilustrasi pemberian pupuk organik untuk tanaman.

Pastikan waktu dan cara pemberiannya tepat agar tanaman dapat memanfaatkan pupuk secara maksimal. Dengan demikian, tanaman buah dalam pot cepat berbuah.

Selain itu, Anda juga perlu memberikan suplemen tanaman. Suplemen ini bisa merangsang tumbuh supaya lebih cepat berbuah.

Suplemen ini bisa berbentuk pupuk organik. Pemberian pupuk organik amat disarankan, karena tidak saja aman untuk lingkungan, namun juga aman untuk kesehatan tubuh dikarenakan tidak mengeluarkan residu.

Pupuk organik dapat berbentuk kompos organik. Di samping itu, suplemen perkembangan dalam bentuk cair juga butuh diberikan.

Baca juga: 6 Langkah Budidaya Buah Naga di Sawah agar Hasil Panennya Melimpah

Ilustrasi menanam alpukat di pot. SHUTTERSTOCK/CHALYSHEVA EKATERINA Ilustrasi menanam alpukat di pot.

Umumnya, suplemen disemprotkan minimal dua minggu sekali.

6. Intensitas sinar matahari

Seluruh tanaman amat membutuhkan matahari, saat mempercepat fotosintesis. Namun, perlu diingat, tidak semua jenis tanaman senang dengan cahaya matahari yang terlampau banyak.

7. Pengendalian hama dan penyakit

Ada banyak jenis hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman. Untuk itu, diperlukan perawatan secara intensif agar tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit sehingga tabulampot cepat berbuah.

Ilustrasi kedondong yang ditanam dalam potShutterstock/Tersi Dae Alesti Ilustrasi kedondong yang ditanam dalam pot

8. Teknik pemangkasan yang tepat

Pemangkasan bertujuan untuk menjaga pertumbuhan tanaman agar tetap pendek dan sehat serta membuat tanaman buah dalam pot cepat berbuah. Prioritas pemangkasan lebih disarankan pada daun tua.

Baca juga: Simak, Tips Memperbaiki Kualitas Buah Durian

Dengan pemangkasan yang terprogram dengan baik, maka tabulampot dapat tampak lebih cantik, menarik serta kokoh. Apabila menginginkan tanaman buah dalam pot yang berkualitas, pemangkasan dapat dilakukan sejak mulai dari bibit.

Bila pemangkasan dilakukan secara teratur, maka akan membuat tanaman buah dalam pot cepat berbuah dan bisa dibentuk sesuai dengan selera serta pemilik.

Jangan membiarkan tanaman menjadi terlalu tinggi. Semakin tinggi tanaman, akan semakin sulit merawatnya dan juga akan menjadi tidak cocok lagi jika ditanam di dalam pot.

9. Pengeratan batang

Supaya tanaman buah dalam pot cepat berbuah dapat dilakukan pengeratan pada batang. Tekniknya adalah batang pohon dikerat atau dilukai.

Baca juga: Tips Menanam Buah dalam Pot agar Produktivitasnya Optimal

Fungsi pengeratan ini untuk menghalangi makanan yang telah ada di batang turun lagi melewati susunan kambium. Teknik pengeratan ini dapat merangsang tabulampot cepat berbuah.

Pengeratan ini dikerjakan dalam periode (musim panen). Pengeratan yang dilakukan secara terus-menerus dapat mengakibatkan batang dimasuki air serta mengakibatkan busuk batang serta busuk akar.

Hindari juga mengerat batang pada musim hujan, karena dapat mengakibatkan busuk pada batang.

10. Melakukan stress air

Banyak cara dan trik sederhana untuk membuat tanaman buah dalam pot cepat berbuah. Cara yang paling sederhana agar tanaman buah dalam pot cepat berbuah adalah dengan cara melakukan stress air pada tanaman tersebut.

Ilustrasi pohon mangga dalam potShutterstock/taaha Ilustrasi pohon mangga dalam pot

Namun, perlakuan stress air tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Tanaman yang baru saja ditanam penyiramannya tidak harus setiap hari.

Idealnya setelah sekian hari berlangsung adaptasi, baru tanaman disiram dengan normal. Gunanya untuk lebih mempercepat sistem perangsangan tanaman supaya mengeluarkan bunga.

Baca juga: Manfaat Buah Durian untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya

Bila tanaman berlebihan air, bukannya buah yang diinginkan dapat muncul akan tetapi cuma daunnya saja lebat. Stress air untuk merangsang agar tanaman pot cepat berbuah lebat caranya sangat mudah.

Jangan melakukan penyiraman dengan waktu tertentu. Sebagai contoh, lakukan penyiraman pada tanaman pot tersebut supaya tanaman tersebut tidak mati saja.

Bisa 10 hari sekali atau bahkan kita siram satu bulan sekali saja. Lakukan stress air ini selama tiga bulan saja, selanjutnya setelah tiga bulan lakukan penyiraman normal seperti semula setiap pagi dan sore hari.

Tidak lama kemudian tanaman buah tersebut akan berbunga lalu berbuah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Varietas Tanaman
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Varietas Tanaman
Norwegia Suntik Bantuan, Tanjabtim Hijaukan 475 Hektar Hutan dan Benteng Pesisir
Norwegia Suntik Bantuan, Tanjabtim Hijaukan 475 Hektar Hutan dan Benteng Pesisir
Varietas Tanaman
Kabar Baik Sektor Pangan, 87 Persen Lahan Baku Sawah Masuk Perlindungan LP2B
Kabar Baik Sektor Pangan, 87 Persen Lahan Baku Sawah Masuk Perlindungan LP2B
Berita
Karhutla Belum Usai, Lahan Hortikultura Palangka Raya Mulai Terdampak
Karhutla Belum Usai, Lahan Hortikultura Palangka Raya Mulai Terdampak
Berita
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada Beras hingga Cabai, Stok Beras 4,5 Juta Ton
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada Beras hingga Cabai, Stok Beras 4,5 Juta Ton
Berita
Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Berita
Bukan Lagi Milik Negara Maju, Smart Farming Bikin Petani Dunia Ketiga Cuan
Bukan Lagi Milik Negara Maju, Smart Farming Bikin Petani Dunia Ketiga Cuan
Berita
Perkuat Pangan Nasional, Kemenhut dan KSPL Dorong Potensi Perhutanan Sosial
Perkuat Pangan Nasional, Kemenhut dan KSPL Dorong Potensi Perhutanan Sosial
Berita
Tembus Rp 1.480 Triliun, Ini Rincian Dana Global Selamatkan Alam dari Kerusakan
Tembus Rp 1.480 Triliun, Ini Rincian Dana Global Selamatkan Alam dari Kerusakan
Berita
Amankan Pasokan Pupuk Nasional, RI Incar Tambang Fosfat di Aljazair
Amankan Pasokan Pupuk Nasional, RI Incar Tambang Fosfat di Aljazair
Berita
Dari Kopi hingga Sawit, Cara PISAgro Cetak Perempuan Petani Mandiri Finansial
Dari Kopi hingga Sawit, Cara PISAgro Cetak Perempuan Petani Mandiri Finansial
Berita
Topang Ketahanan Pangan Nasional, Jatim Diguyur Bantuan Rp 3 Triliun
Topang Ketahanan Pangan Nasional, Jatim Diguyur Bantuan Rp 3 Triliun
Berita
Rendah Emisi, Green Rice Punya Banyak Keunggulan
Rendah Emisi, Green Rice Punya Banyak Keunggulan
Varietas Tanaman
Pemerintah Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi dan Penghentian Deforestasi Pertanian
Pemerintah Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi dan Penghentian Deforestasi Pertanian
Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau