Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Jenis Sayuran Daun yang Bisa Ditanam Secara Hidroponik

Kompas.com, 6 Maret 2023, 16:19 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Sayuran daun termasuk jenis tanaman yang cepat panen. Rata-rata sayuran daun bisa dipanen saat berumur 4 minggu.

Selain ditanam secara konvensional, sayuran daun juga bisa ditanam secara hidroponik. Dikutip dari buku Dasar-dasar Bertanam Secara Hidroponik, Selasa (6/3/2023), berikut jenis sayuran daun yang bisa ditanam secara hidroponik.

1. Kangkung

Kangkung termasuk sayuran daun yang populer. Sayuran ini cukup mudah dibudidayakan. Bahkan, kini banyak yang menanam kangkung dalam sistem hidroponik. Kangkung hidroponik bisa dipanen saat berumur 4 sampai 6 minggu.

Baca juga: 5 Jenis Tanaman Sayuran Daun yang Mudah Ditanam di Rumah

2. Bayam

Selain kangkung, sayuran daun yang bisa ditanam di hidroponik lainnya yaitu bayam. Tanaman bayam merupakan sayuran berdaun tunggal berwarna hijau atau merah.

Ilustrasi menanam bayam, tanaman bayam.PIXABAY/HA11OK Ilustrasi menanam bayam, tanaman bayam.

Tanaman bayam memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap, sehingga banyak disukai. Biasanya bayam ditanam di lahan atau dalam polybag.

Tak hanya itu, ternyata bayam juga bisa ditanam dengan sistem hidroponik. Bayam yang ditanam secara hidroponik bisa dipanen saat berumur 30 sampai 40 hari setelah tanam.

3. Sawi

Sawi juga termasuk tanaman daun yang mudah dibudidayakan. Bahkan, sayuran ini bisa ditanam di segala musim.

Baca juga: Cara Menanam Sawi di Musim Hujan yang Benar

Teknik budidaya sawi hidroponik mulai dikembangkan untuk mengatasi kekurangan lahan pertanian dan menghasilkan sawi yang berkualitas. Tanaman sawi hidroponik bisa dipanen setelah berumur 2 hingga 3 bulan setelah pembibitan.

4. Selada

Sayuran daun yang dapat ditanam secara hidroponik lainnya yaitu selada. Sayuran daun ini memiliki nilai ekonomis tinggi.

Tanaman seladaPixabay/misbahhammoud Tanaman selada

Untuk menghasilkan selada yang berkualitas tinggi, banyak petani yang memiliki metode budidaya hidroponik. Keunggulan lain dari budidaya selada hidroponik yaitu masa panen yang relatif cepat yakni sekitar 58 sampai 60 hari setelah semai.

5. Seledri

Tanaman hidroponik berikutnya yaitu seledri. Ciri khas dari sayuran ini yaitu memiliki aroma khas dan cocok menjadi penyedap rasa.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Seledri agar Tumbuh Subur

Seledri hidroponik biasanya ditanam dengan sistem wick atau sistem sumbu. Tanaman seledri yang dibudidayakan secara hidroponik bisa dipanen saat berumur 30 hingga 40 hari setelah tanam.

6. Pakcoy

Pakcoy atau sawi daging juga termasuk sayuran yang banyak dikembangkan secara hidroponik. Tanaman ini memiliki akar serabut, berwarna hijau, dan daunnya lebar.

Pakcoy termasuk jenis sayuran yang cepat panen karena umurnya hanya sekitar 20 sampai 30 hari setelah tanam.

7. Kailan

Kailan termasuk sayuran daun yang batangnya tebal. Sayuran daun ini sangat cocok ditanam dengan sistem hidroponik. Kailan hidroponik sudah bisa dipanen setelah berumur 25 hingga 40 hari setelah semai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Varietas Tanaman
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Varietas Tanaman
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Varietas Tanaman
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Varietas Tanaman
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau