Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Cara Agar Pohon Pisang Berbuah Banyak

Kompas.com, 8 Maret 2023, 17:58 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pisang merupakan buah yang kaya nutrisi dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Di Indonesia, pisang menjadi buah yang populer dan mudah dijumpai.

Peminat buah pisang yang tinggi, membuat komoditas ini cukup prospektif. Akan tetapi, untuk bisa memenuhi kebutuhan buah pisang di pasaran, budidaya pisang harus dilakukan dengan maksimal.

Melansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (8/3/2023), berikut beberapa cara agar pohon pisang berbuah banyak.

Baca juga: Cara Menanam Pisang Kepok Tanjung agar Cepat Berbuah

Menanam bibit yang berkualitas

Ilustrasi pisang, pohon pisang.SHUTTERSTOCK/BOKEH BLUR BACKGROUND Ilustrasi pisang, pohon pisang.

Untuk mendapatkan tanaman pisang yang berbuah banyak, maka pemilihan bibit harus dilakukan dengan benar. Pastikan menanam bibit unggul yang sehat dan produktivitasnya maksimal. Beberapa ciri bibit pisang yang layak untuk dibudidayakan, seperti berikut:

Pilih bibit yang sehat dengan diameter 15 sampai 20 cm dan tinggi 1 hingga 1,5 m.
Pastikan bibit sehat dan produktivitasnya tinggi.

Memilih pupuk dari anakan pisang yang sudah cukup dewasa karena umumnya sudah mempunyai bakal buah dan cadangan makanan pada bonggolnya.

Setelah mendapatkan bibit sesuai kriteria di atas, sebaiknya bibit direndam dalam pupuk organik cair GDM khusus buah-buahan selama 2 hingga 3 jam.

Baca juga: Simak, Cara Memperoleh Bibit Pisang Cavendish Berkualitas

Persiapan lahan

Persiapan lahan diawali dengan membersihkan gulma lalu mencangkul lahan sampai gembur. Tambahkan pupuk kandang yang sudah terfermentasi sempurna sebagai pupuk dasar.

Kemudian buat lubang tanam dengan jarak 3 x 3 m agar penyerapan nutrisi lebih maksimal. Selain itu, buat saluran drainase di sekitar lubang tanam agar saat hujan tanaman tidak tergenang.

Lakukan pindah tanam tepat waktu

Pindah tanam bibit pisang sebaiknya dilakukan di awal musim hujan. Tujuannya agar bibit tanaman pisang memperoleh air dalam jumlah cukup dan pertumbuhannya bisa lebih cepat.

Ilustrasi pohon pisang, menanam pisang  SHUTTERSTOCK/PP1 Ilustrasi pohon pisang, menanam pisang

Perawatan tanaman dengan maksimal

Cara agar pohon pisang berbuah banyak lainnya yaitu memelihara tanaman dengan maksimal. Lakukan pemupukan secara rutin untuk mencukupi kebutuhan nutrisi yang menunjang pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Selain itu, lakukan juga sanitasi lahan untuk mencegah pertumbuhan gulma dan serangan hama maupun penyakit. Untuk memaksimalkan ukuran dan jumlah buah pisang, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut penjelasannya.

Baca juga: 5 Penyakit Tanaman Pisang dan Cara Mengendalikannya

  • Setelah pohon pisang berbuah dan tandan sudah memiliki 5 sampai 8 sisir, potong jantung pisang.
  • Semprotkan pupuk organik cair GDM supaya tanaman tidak mudah sakit.
  • Bungkus buah dengan plastik/karung/kertas.
  • Berikan pupuk kaya kalium di sekitar akar setiap 2 minggu sekali.

Pemanenan tepat waktu

Umumnya, pohon pisang sudah bisa dipanen setelah berumur 1 tahun. Buah pisang yang sudah memasuki umur panen, memiliki ciri seperti berikut:

  • Daun bendera mengering.
  • Sudut buah tumpul dan bulat.
  • Bekas bunga mudah patah.
  • Pelepah pohon pisang mulia rebah.
  • Warna kulit buah cerah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau