Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Cara Mematangkan Alpukat Tanpa Bahan Kimia

Kompas.com, 5 April 2023, 15:10 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Alpukat merupakan salah satu buah klimaterik. Artinya, buah ini masih mengalami pematangan setelah di panen.

Buah alpukat umumnya dipanen sebelum matang. Maka dari itu, buah alpukat yang dijual di toko buah biasanya memiliki tekstur yang masih keras.

Kondisi tersebut mengharuskan kita untuk mematangkan buah tersebut sendiri. Lantas bagaimana cara mematangkan alpukat dengan benar? Simak penjelasannya berikut ini.

Baca juga: 6 Kegiatan Pasca Panen Alpukat, dari Penyortiran sampai Penyimpanan

Ciri-ciri alpukat matang

Sebelum mengetahui cara mematangkan buah alpukat, kita perlu mengetahui terlebih dahulu ciri buah alpukat yang sudah matang dan siap dikonsumsi. Berikut penjelasannya.

  • Alpukat yang matang memiliki kulit berwarna gelap dengan bintik hijau.
  • Teksturnya lembut saat ditekan.
  • Tangkai buah lebih mudah dilepas.
  • Batang bawah berwarna coklat dan terdapat bintik hitam.

Ilustrasi alpukat yang sudah matangSHUTTERSTOCK/MAMA_MIA Ilustrasi alpukat yang sudah matang

Cara mematangkan alpukat

Buah alpukat yang masih keras membutuhkan waktu sekitar 4 sampai 7 hari untuk matang dan siap dikonsumsi. Dikutip dari Foodie Crush, Rabu (5/4/2023), berikut ini cara mematangkan alpukat tanpa bahan kimia.

1. Dimatangkan bersama apel atau pisang

Buah apel dan pisang bisa menghasilkan gas etena yang dapat mempercepat pemasakan buah alpukat.

Baca juga: Kenali Ciri-ciri Alpukat yang Siap Panen

Caranya dengan meletakkan alpukat pada mangkuk atau kantong kertas bersama buah apel atau pisang. Tunggu beberapa hari sampai buah alpukat matang dan teksturnya melunak.

Jika buah alpukat tidak segera dimakan, maka sebaiknya masukkan buah alpukat matang dalam lemari es. Tujuannya agar buah tidak cepat busuk setelah matang. Buah alpukat yang sudah matang bisa bertahan selama 1 hingga 3 hari di lemari es.

2. Mematangkan alpukat dalam microwave

Jika ingin mempercepat pematangan buah alpukat, Anda bisa memanfaatkan microwave. Caranya dengan memotong buah alpukat menjadi dua bagian dan buang bijinya.

Setelah itu, bungkus pada plastik. Letakkan buah alpukat dalam microwave bersuhu tinggi selama kurang lebih 2 menit.

Baca juga: Cara Panen dan Pasca Panen Alpukat agar Kualitasnya Tidak Menurun

Lalu, rendam alpukat pada air dingin untuk menghentikan pemasakan dan membuat tekstur buahnya matang sempurna.

3. Mematangkan buah alpukat dalam oven

Selain microwave, Anda juga bisa menggunakan oven untuk mempercepat kematangan buah alpukat. Caranya dengan membungkus buah alpukat dengan aluminium foil.

Setelah itu, masukkan buah tersebut pada oven dengan suhu 93,3 derajat Celcius selama 10 hingga 30 menit atau tergantung pada tingkat kekerasan buah tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau