Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Begini Cara Semai Cabai Rawit Anti Gagal

Kompas.com - 12/04/2023, 19:03 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Biasanya petani mengawali budidaya cabai rawit dengan menyemai benih tanaman tersebut. Penyemaian bertujuan untuk menumbuhkan benih menjadi tanaman muda atau bibit.

Dengan penyemaian, maka tanaman akan lebih mudah beradaptasi dan pertumbuhannya menjadi lebih maksimal. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (12/4/2023), berikut ini cara semai cabai rawit anti gagal.

Seleksi benih

Langkah awal menyemai benih cabai yaitu memilih benih terbaik. Caranya dengan merendam benih dalam air selama 1 malam.

Baca juga: Cara Menyemai Bibit Cabai Rawit Unggul

Amati benih yang direndam keesokan harinya dan buang benih yang mengapung. Benih tenggelam digunakan untuk penyemaian.

Menyediakan media semai

Ilustrasi menanam bibit, menanam benih cabai.SHUTTERSTOCK/MARCO DE BENEDICTIS Ilustrasi menanam bibit, menanam benih cabai.

Sembari menunggu benih direndam, lakukan persiapan media semai. Anda dapat menggunakan media semai dari tanah dan arang sekam dengan perbandingan 1:1.

Setelah itu, campurkan kedua media tersebut sampai merata. Lalu, masukkan media semai dalam polybag.

Penanaman

Cara semai cabai rawit anti gagal yaitu dengan membuat lubang tanam kemudian meletakkan benih di dalamnya. Setelah itu, tutup tipis lubang tanam dengan tanah yang samai.

Baca juga: Cara Membuat Media Tanam untuk Cabai Rawit di Polybag

Lakukan penyiraman sampai media semai lembap. Kemudian, tutup polybag berisi benih cabai dengan kardus.

Setelah berumur 2 sampai 3 hari setelah semai, benih cabai mulai berkecambah. Pada saat itu, kardus harus dibuka karena tanaman muda memerlukan cahaya matahari.

Akan tetapi, bibit sebaiknya diletakkan di tempat teduh dan ternaungi karena bibit masih rentan terhadap teriknya sinar matahari dan guyuran air hujan.

Perawatan

Langkah berikutnya yaitu melakukan perawatan seperti penyiraman, penyemprotan insektisida, pemupukan, dan penjarangan tanaman. Penyiraman dilakukan dengan rutin agar kebutuhan air terpenuhi.

Baca juga: Panduan Pupuk untuk Cabai Rawit agar Rajin Berbuah

Saat bibit berumur 12 hari setelah semai, lakukan penyiraman insektisida untuk menghindari serangan hama maupun penyakit. Di hari ke-18 setelah semai, berikan pupuk agar bibit cepat tumbuh besar.

Aplikasi insektisida dan pestisida secara berkala dengan dosis menyesuaikan kebutuhan tanaman. Bibit yang sudah tumbuh di polybag sebaiknya dikurangi jumlahnya hingga menyisakan 1 bibit/polybag. Tujuannya untuk mempermudah saat pindah tanam.

Pindah tanam

Bibit cabai rawit yang sudah berumur 1 hingga 1,5 bulan sudah siap dipindah ke lahan atau polybag tanam. Lakukan pindah tanam dengan hati-hati agar akar tanaman tidak rusak.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Video Pilihan Video Lainnya >

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com