Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mudah Budidaya Tanaman Kecipir agar Tumbuh Subur

Kompas.com, 10 Mei 2023, 19:31 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecipir termasuk jenis tanaman perdu, yang tumbuh dengan membelit sehingga membutuhkan penyangga. Buah kecipir berbentuk segi empat, berukuran 15 sampai 40 cm.

Kecipir dibedakan menjadi 2 yaitu kecipir berbunga ungu dan kecipir berbunga putih. Kedua jenis kecipir ini sama-sama memiliki rasa yang enak, perbedaannya hanya pada ukuran saja.

Budidaya tanaman kecipir

Kecipir termasuk ke dalam jenis sayuran dan sering diolah menjadi berbagai macam hidangan. Kecipir dapat ditanam di dataran tinggi maupun dataran rendah.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Kecipir agar Berbuah Lebat

Tanaman ini tidak memerlukan lahan yang subur dan banyak perawatan, sehingga bisa di tanam di area pekarangan rumah.

Kecipir dapat tumbuh dengan baik apabila ditanam pada lahan yang memiliki pH antara 5,5 sampai 6,5 serta iklim kering. Oleh karena itu, kecipir banyak ditanam saat awal musim kemarau tiba.

Mengutip dari Cybext Kementerian Pertanian, berikut ini cara menanam kecipir dengan mudah.

Tanaman kecipirShutterstock/adam Photographer Tanaman kecipir

1. Proses Penanaman

Perkembangbiakan kecipir berasal dari biji yang sudah tua, untuk lahan seluas 1 hektar, dibutuhkan setidaknya 30 kg biji kecipir. Jumlah ini bisa disesuaikan dengan luas lahan yang ingin Anda tanami.

Sebelum siap ditanami, lahan perlu diolah agar tanah menjadi gembur. Kemudian dicampur menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang dan kompos.

Baca juga: 10 Langkah Budidaya Tanaman Oyong di Polybag, Bisa Dilakukan di Rumah

Pemberian pupuk menjadi sangat penting terlebih untuk lahan tandus. Setelah dicangkul, tanah kemudian diratakan dan dibuat lubang menggunakan tugal yang jaraknya 20 sampai 30 cm.

Selanjutnya setiap lubang ditanami 1 sampai 2 biji kecipir, lalu tutup tipis-tipis permukaanya menggunakan tanah. Biji kecipir mulai tumbuh setelah 5 hari kemudian.

Selagi menunggu kecipir tumbuh, buat ajir dengan tinggi 1,5 sampai 2 meter terlebih dahulu. Ajir merupakan alat penegak tanaman yang terbuat dari batang bambu atau bahan lainnya yang berfungsi sebagai tempat merambatnya tanaman perdu.

Ketika tanaman berumur 2 minggu dan memiliki tinggi minimal 10 cm, ajir bisa dipasang sebagai media rambatnya. Namun, jika kecipir ditanam di pekarangan rumah, bisa dirambatkan pada pagar, pohon, dan tembok.

Sayur kecipir yang sudah dipanenShutterstock/Poring Studio Sayur kecipir yang sudah dipanen

Tanaman kecipir membutuhkan campuran pupuk buatan TSP dan urea dengan perbandingan 2:1. Kemudian diberikan pada setiap tanaman sebanyak 6 gram.

Baca juga: Mudah, Begini Cara Menanam Okra

2. Proses pemanenan

Buah kecipir dapat dipanen untuk pertama kalinya saat tanaman berumur 3,5 bulan. Tanaman yang dirawat dengan baik dan tumbuh subur dapat menghasilkan lebih dari 2,5 ton buah kecipir muda untuk setiap 1 hektar lahan.

Pemetikan buah sebaiknya segera dilakukan ketika kecipir masih muda. Telat panen dapat membuat rusuk-rusuk kecipir akan mulai berserat yang bisa membuat buah menjadi tidak enak, liat, dan menurunkan kualitas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau