Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Begini Cara Menanam Melon Madu di Sawah dengan Mudah

Kompas.com, 15 Mei 2023, 18:03 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Melon madu menjadi salah satu jenis melon premium yang sedang naik daun belakang ini. Sesuai dengan namanya, buah ini memiliki rasa manis dan enak.

Aromanya juga harum, sehingga banyak yang menyukainya. Keunggulan tersebut membuat nilai jual melon ini juga cukup tinggi.

Selain itu, cara menanam melon madu juga tidak sulit. Bahkan, tanaman ini bisa dibudidayakan di sawah. Mengutip dari Cybext Kementerian Pertanian, berikut penjelasan selengkapnya.

Baca juga: Cara Menanam Melon Madu Lengkap dengan Perawatannya

Syarat tumbuh

Tanaman melon madu dapat tumbuh dan perkembangan dengan baik, apabila ditanam pada lokasi yang sesuai. Oleh sebab itu, syarat tumbuh melon madu harus diperhatikan dengan baik.

Ilustrasi buah melonFreepik/jcomp Ilustrasi buah melon

Dataran rendah merupakan tempat yang paling sesuai, dengan ketinggian 0 hingga 500 mdpl. Suhu udara 20 hingga 35 derajat Celcius, kelembapan udara 50 sampai 80 persen, dan pH tanah 5.5 sampai 7.5.

Pemilihan benih

Benih merupakan faktor utama yang perlu diperhatikan dalam cara menanam melon madu. Pemilihan benih yang salah, alih-alih menghasilkan melon premium, justru bisa menyebabkan gagal panen.

Pilihlah benih melon madu yang dikeluarkan oleh perusahaan terpercaya, memiliki sertifikat keaslian dan kemurnian benih. Selain itu, sudah banyak orang yang menanam benih tersebut.

Baca juga: Cara Menanam Melon dari Biji, Bisa Ditanam di Polybag

Penyemaian benih

Benih yang sudah dipilih kemudian dilakukan penyemaian sebelum ditanam di lahan terbuka. Penyemaian dilakukan dengan merendam benih melon madu pada air, gunakan benih yang tenggelam dan buang benih yang mengambang.

Campurkan tanah dan pupuk kandang, kemudian masukan ke dalam tray semai sebagai media tanam. Letakan satu persatu benih melon pada. Kurang lebih 1 sampai 2 minggu, bibit melon siap dipindah tanamkan.

Pengolahan lahan

Sambil menunggu benih melon yang disemai, Anda dapat melakukan pengolahan lahan. Lahan dibersihkan dari rumput liar dan benda lain yang mengganggu.
Gemburkan lahan menggunakan cangkul dan buat bedengan ukuran 100 cm dengan tinggi 50 cm. Berikan pupuk kandang sebagai pupuk dasar dan aduk secara merata.

Pemasangan mulsa

Plastik mulsa dipasang pada bedengan yang sudah jadi. Lakukan penguncian pada ujung dan samping mulsa, supaya mulsa tidak mudah lepas. Manfaat pemasangan mulsa sangat banyak seperti menghambat pertumbuhan gulma, menjaga kelembaban tanah, pupuk tidak mudah hilang dan menjaga ketersediaan air karena tidak mudah menguap.

Tanaman melonFreepik/jcomp Tanaman melon

Penanaman

Cara menanam melon madu sangat mudah. Buatlah lubang tanam pada mulsa dengan jarak tanam 40 x 40 cm atau 50 x 50 cm. Tanah yang masih menempel pada dibibit dibiarkan saja, supaya tanaman tidak mudah stres dan mati.

Baca juga: Cara Budidaya Melon Golden di Lahan Sempit

Masukan dua bibit melon madu dalam ke lubang tanam, kemudian tutup menggunakan tanah sampai pangkal batang.

Pemberian air secara teratur

Lakukan penyiraman menggunakan air secara teratur setiap pagi dan sore, terutama pada bibit yang baru pindah tanam. Penyemaian dapat dilakukan menggunakan sprinkler otomatis maupun disemprot manual menggunakan selang air.

Pemupukan secara rutin

Melon madu akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang manis, apabila diberi pupuk secara rutin. Gunakanlah pupuk NPK lengkap seperti Phonska sesuai dosis yang dianjurkan.

Pengendalian hama penyakit

Serangan organisme pengganggu tanaman menjadi salah satu faktor gagal panen. Pengendalian organisme pengganggu tanaman dapat menggunakan perangkap dan pestisida kimia.

Pemanenan

Tanaman melon madu mulai berbuah pada umur 60 sampai 70 hari setelah ditanam. Buah yang siap dipanen memiliki ukuran yang besar dan memiliki warna kuning yang cerah. Cara panen melon yaitu dengan memotong buah dari tangkainya. Setelah itu, kumpulkan menggunakan keranjang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Perawatan
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Varietas Tanaman
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
Perawatan
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Varietas Tanaman
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Varietas Tanaman
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Varietas Tanaman
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Varietas Tanaman
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Varietas Tanaman
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Varietas Tanaman
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Varietas Tanaman
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau