Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Jenis Media Tanam Anorganik yang Sering Digunakan

Kompas.com - 03/06/2023, 15:53 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

4. Pecahan batu bata

Jenis media tanam anorganik lainnya yaitu pecahan batu bata. Sama halnya dengan media tanam anorganik lainnya, batu bata juga berfungsi untuk melekatkan akar.

Ukuran batu bata yang biasa digunakan sekitar 2 hingga 3 cm. Semakin kecil ukurannya, daya serap air dan unsur haranya semakin baik.

Ukuran batu bata yang kecil juga membuat sirkulasi udara dan kelembapan di sekitar akan berlangsung dengan baik. Sayangnya, media tanam ini miskin hara dan kebersihan serta kesterilan batu bata tidak terjamin.

Maka dari itu, penggunaan media tanam ini perlu dibarengi dengan aplikasi pupuk kandang yang dosisnya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

Baca juga: 6 Media Tanam Terarium yang Mudah Didapat

Media tanam batu bata cocok digunakan sebagai media tanam di dasar pot karena memiliki drainase dan aerasi yang baik. Tanaman yang cocok menggunakan media tanam ini yaitu tanaman anggrek.

Ilustrasi media tanam sponsShutterstock/KeumalaHayati Ilustrasi media tanam spons

5. Spons

Spons merupakan media tanam anorganik yang ringan, sehingga mudah dipindahkan. Walaupun demikian, setelah disiram air media tanam ini menjadi berat dan bisa menegakkan tanaman.

Kelebihan spons yaitu dapat menyerap air dan unsur hara dengan efektif. Akan tetapi, spons termasuk media tanam yang tidak tahan lama dan mudah hancur, maka dari itu perlu rutin diganti.

Media tanam ini sangat cocok untuk tanaman hias bunga potong dan biasanya digunakan hanya sementara waktu.

Baca juga: Bahan Pembuatan Media Tanam, Apa Saja?

Itulah beberapa jenis media tanam anorganik yang sering digunakan. Selain kelima jenis media tanam yang telah disebutkan, masih ada beberapa jenis media tanam lain. Penggunaan media tanam dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau