Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Antraknosa pada Pisang

Kompas.com, 19 Juni 2023, 11:44 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pisang merupakan salah satu buah yang banyak disukai. Buah pisang biasanya dipanen sebelum matang. Hal tersebut dikarenakan buah ini masih bisa mengalami pematangan setelah dipanen.

Namun, kualitas buah pisang yang dipanen bisa mengalami penurunan akibat serangan patogen penyebab penyakit pasca-panen. Salah satu jenis penyakit pasca-panen yang dapat ditemukan pada buah pisang yaitu penyakit antraknosa.

Penyebab penyakit antraknosa pada pisang

Mengutip dari situs Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Senin (19/6/2023), penyakit antraknosa pada buah pisang disebabkan jamur Colletotrichum musae yang bisa bertahan dalam daun mati atau busuk.

Baca juga: Inilah Manfaat Memotong Jantung dan Membungkus Buah Pisang

Spora jamur tersebut disebarkan oleh angin, air, serangga, burung, hingga tikus yang memakan buah pisang. Jamur tersebut akan masuk ke buah pisang lewat luka pada kulit buah.

buah pisangPIXABAY/GABRIELA SANDA buah pisang

Kemudian, akan berkecambah dan menimbulkan gejala. Pada kondisi suhu, kelembapan, dan curah hujan tinggi, jamur akan lebih mudah berkembang.

Gejala penyakit antraknosa pada buah pisang

Penyakit pasca-panen ini bisa menyebabkan buah pisang busuk dan rusak sebelum matang sempurna. Gejala awal ditandai dengan munculnya bercak berwarna coklat sedikit melengkung di bagian dalam.

Gejala tersebut akan terus membesar dan daging buah menjadi rusak. Serangan patogen tersebut menyebabkan kualitas buah menurun dan tidak layak dikonsumsi.

Baca juga: Penyakit yang Menyerang Pohon Pisang: Gejala dan Cara Mengatasinya

Cara mengendalikan antraknosa pada pisang

Penyakit antraknosa bisa dicegah dengan cara menghindari kerusakan selama panen, pengemasan, dan penyimpanan. Selain itu, sebaiknya gunakan selongsong plastik setelah tandan muncul untuk melindungi kontaminasi.

Bersihkan juga tempat penyimpanan. Jangan lupa untuk mencuci buah agar terbebas dari jamur. buang daun yang busuk dan bagian buah yang tersisa.

Sementara itu, pengendalian secara hayati bisa menggunakan 10 persen getah arap dengan 1,0 kitosan. Bahan alami lainnya yang bisa digunakan untuk mengendalikan antraknosa yaitu ekstrak sitrat dan ekstrak rimpang zingiber.

Pengendalian kimia bisa dengan menyemprotkan mankozeb 0,25 persen atau benzimidazole 0,05 persen. Penyemprotan dilakukan pada tandan pisang kemudian tutup untuk menghindari kontaminasi.

Baca juga: 5 Penyakit Tanaman Pisang dan Cara Mengendalikannya

Buah yang sudah dipanen juga bisa dicelupkan atau disemprotkan dengan fungisida yang mengandung benzimidazole.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau