Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Begini Cara Menanam Bunga Krisan, Bisa Menjadi Bunga Potong

Kompas.com, 25 Juli 2023, 13:14 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Bunga krisan merupakan salah satu jenis bunga yang sering dijadikan sebagai bunga potong. Bunga ini memiliki bentuk dan warna yang indah.

Sebenarnya, bunga krisan bukan berasal dari Indonesia. Namun, tanaman ini bisa dibudidayakan di Indonesia pada ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Di Indonesia, penanaman bunga krisan biasanya dilakukan di dalam rumah lindung atau greenhouse. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (25/7/2023), berikut ini cara menanam bunga krisan yang dapat dipanen sebagai bunga potong.

Baca juga: Mudah, Begini Cara Menanam Bunga Krisan di Halaman Rumah

Pembuatan green house

Kerangka green house atau rumah lindung bisa terbuat dari bambu atau kayu dengan atap plastik UV. Bagian samping rumah lindung ditutup dengan kasa atau paranet yang tingkat naungannya 65 persen. Sementara itu, ketinggian rumah lindung minimal 3 meter di atas permukaan tanah.

Ilustrasi bunga krisan di pot, menanam bunga krisan di pot. SHUTTERSTOCK/KWANBENZ Ilustrasi bunga krisan di pot, menanam bunga krisan di pot.

Pengolahan lahan

Tanaman krisan bisa ditanam pada tanah yang telah diolah sempurna. Maka dari itu, tanah yang akan ditanami krisan perlu dicangkul sampai kedalamannya sekitar 20 hingga 25 cm.

Kemudian, buat bedengan dengan lebar 120 cm dan panjang sesuai dengan panjang rumah lindung. Jarak antara bedengan dibuat antara 40 sampai 50 cm dengan tinggi kurang lebih 20 hingga 25 cm.

Setelah diolah, tambahkan pupuk kandang yang sudah terfermentasi sempurna. Dosis pupuk yang diberikan yaitu 30 ton/ha.

Baca juga: 4 Cara Merawat Bunga Krisan di Daerah Panas agar Tumbuh Subur

Penanaman

Penanaman bunga krisan bisa dilakukan pagi atau sore hari saat kondisi tidak terlalu terik. Cara menanam bunga krisan dilakukan dengan menancapkan stak batang bunga krisan yang sudah berakar pada bedengan tanam.

Setelah ditanam, lakukan penyiraman setiap hari sampai tanaman berumur 10 hingga 14 hari atau tergantung kondisi kelembapan tanah. Setelah berumur 14 hari, penyiraman cukup 2 sampai 3 hari sekali tergantung kondisi tanaman.

Pemupukan

Pemupukan lanjutan dilakukan saat tanaman berumur 2, 4, dan 6 minggu menggunakan pupuk Urea 1,5 sampai 2 gram/meter dan KNO3 sebanyak 6 gram/meter. Selanjutnya, pupuk daun diberikan saat mulai tanam hingga 1 minggu menjelang panen dengan frekuensi pemupukan 2 kali seminggu.

Ilustrasi bunga krisan.Shutterstock/K-Smile love Ilustrasi bunga krisan.

Pemasangan jaring penegak

Jaring penegak bisa terbuat dari tambang plastik dengan ukuran lobang 10 x 10 cm yang memanjang searah panjang bedengan. Jaring penegak biasanya dipasang sebelum penanaman dan perlahan dinaikkan seiring dengan tinggi tanaman.

Baca juga: Cara Menanam Bunga Mawar agar Berbunga Banyak

Pencahayaan tambahan

Tanaman krisan membutuhkan pencahayaan yang tepat untuk menunjang pertumbuhannya. Pemberian cahaya tambahan dilakukan pada malam hari selama 4 hingga 5 jam/hari mulai pupuk 22.00 hingga 03.00.

Setelah 30 hari, pencahayaan tambahan di malam hari dihentikan. Jarak titik lampu lampu dari bedengan sekitar 1,5 meter sedangkan jarak antar lampu 2 meter.

Lampu yang digunakan untuk memberikan cahaya tambahan yaitu LED dengan kekuatan setara 75 w atau 100 w.

Pengendalian hama dan penyakit

Tanaman krisan juga berisiko terkena serangan hama dan penyakit. Cara pengendalian hama dan penyakit yang bisa dilakukan yaitu dengan menyemprotkan pestisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Baca juga: Jenis Pupuk Bunga Mawar dan Aplikasinya yang Benar

Panen

Bunga krisan bisa dipanen dengan cara memotong batang tanaman kira-kira 5 cm dari atas permukaan tanah menggunakan gunting potong. Setelah dipotong, simpan bunga krisan potong pada ember berisi air dan tempatkan di area teduh agar tidak layu.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
PISAgro Bidik 44 Juta Petani Kecil untuk Masuk Ekosistem Kemitraan
PISAgro Bidik 44 Juta Petani Kecil untuk Masuk Ekosistem Kemitraan
Varietas Tanaman
PISAgro Tambah 300.000 Petani Mitra, Total Jangkauan 2,8 Juta Orang
PISAgro Tambah 300.000 Petani Mitra, Total Jangkauan 2,8 Juta Orang
Varietas Tanaman
Dukung UU Reforma Agraria, PISAgro Tekankan Lahan Telantar Harus Dioptimalkan
Dukung UU Reforma Agraria, PISAgro Tekankan Lahan Telantar Harus Dioptimalkan
Varietas Tanaman
Dulu Dibuang Sia-sia, Ikan Tangkapan Warga Transmigran Merauke Siap Tembus Pasar Nasional
Dulu Dibuang Sia-sia, Ikan Tangkapan Warga Transmigran Merauke Siap Tembus Pasar Nasional
Perawatan
Ancaman Gagal Panen Bawang Merah Brebes dan Urgensi Pengendalian Hama
Ancaman Gagal Panen Bawang Merah Brebes dan Urgensi Pengendalian Hama
Perawatan
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
Varietas Tanaman
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Perawatan
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Varietas Tanaman
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
Perawatan
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Varietas Tanaman
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Varietas Tanaman
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Varietas Tanaman
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Varietas Tanaman
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau