Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kuntoro Boga
Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Kementan

Praktisi, Peneliti dan Pengamat Pertanian

Kelapa Kopyor: Potensi Komoditas Unggulan Indonesia

Kompas.com, 6 Desember 2024, 15:17 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Penelitian lanjut dilakukan dengan pengembangan produksi benih true to type melalui embryo rescue dengan teknologi in vitro.

Tanaman kelapa dengan metode tersebut dapat berpotensi menghasilkan buah kopyor 100 persen. Dua jenis kelapa kopyor yang umum ditemukan adalah Tipe Dalam (Tall), yang berbuah setelah 5 tahun, dan Tipe Genjah (Dwarf), yang mulai berbuah dalam waktu 3 tahun.

Penelitian awal yang dilakukan oleh Balit Palma dan institusi terkait telah memberikan kontribusi signifikan dalam mengidentifikasi kelapa kopyor di berbagai wilayah Indonesia, seperti Jawa Tengah, Banten, Lampung Selatan, dan Jawa Timur.

Pada tahun 2010, hasil kolaborasi ini membuahkan pelepasan tiga varietas unggul kelapa Genjah Kopyor Kuning, Genjah Kopyor Hijau, dan Genjah Kopyor Coklat, dengan potensi produksi buah kopyor rata-rata mencapai 40 persen per tandan.

Kemudian pada 2016 menyusul dilepas varietas kelapa kopyor tipe Dalam, yaitu kelapa Puan Kalianda. Tahapan ini menandai langkah penting dalam pengembangan kelapa kopyor sebagai komoditas strategis.

Periode 2015–2020 membawa fokus penelitian ke level yang lebih spesifik dengan penekanan pada tiga aspek utama.

Pertama, evaluasi bibit true-to-type untuk memastikan kualitas dan keaslian genetik bibit kelapa kopyor.

Kedua, pengembangan hibrida yang tahan terhadap berbagai kondisi melalui persilangan antarvarietas unggul.

Ketiga, perbaikan teknologi budidaya, termasuk metode pengendalian hama, optimalisasi produksi, dan upaya meningkatkan persentase buah kopyor pada kopyor alami, yang bertujuan meningkatkan hasil panen dan mendukung keberlanjutan industri kelapa kopyor.

Hasil dari penelitian yang berlangsung lebih dari dua dekade ini menunjukkan bahwa kelapa kopyor memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia di pasar global.

Keunikan genetiknya yang menghasilkan daging buah dengan tekstur remah dan cita rasa khas menjadikannya produk premium dengan daya tarik tersendiri di pasar internasional.

Dalam konteks perdagangan global, kelapa kopyor dapat berperan sebagai duta eksotisme Indonesia, memperkuat citra negara sebagai penghasil produk berkualitas tinggi yang berbasis pada kekayaan hayati.

Nilai ekonomi dan pemanfaatan

Kelapa kopyor memiliki nilai ekonomi yang luar biasa tinggi, menjadikannya salah satu komoditas unggulan yang sangat menguntungkan.

Setiap pohon kelapa kopyor mampu menghasilkan 75–120 butir buah per tahun, dengan kandungan buah kopyor per tandan mencapai tingkat optimal 97–100 persen pada tanaman hasil kultur embrio dan di atas 30 persen untuk kopyor alami.

Keunikan dan kelangkaan ini membuat harga kelapa kopyor melambung, mencapai lebih dari 10 kali lipat harga kelapa biasa.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Varietas Tanaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Varietas Tanaman
Halusinasi Negara Agraris
Halusinasi Negara Agraris
Tips
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Tips
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Varietas Tanaman
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Varietas Tanaman
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Varietas Tanaman
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Varietas Tanaman
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Varietas Tanaman
Pelajaran Swasembada Gula Nasional
Pelajaran Swasembada Gula Nasional
Varietas Tanaman
Mengandaikan Generasi Z Menjadi Agripreneurship
Mengandaikan Generasi Z Menjadi Agripreneurship
Tips
Transformasi Kelapa: Dari Komoditas Tradisional ke Industri Bernilai Tinggi
Transformasi Kelapa: Dari Komoditas Tradisional ke Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Aroma Kopi Jawa Timur: Potensi dari Lereng Ijen hingga Lembah Argopuro
Aroma Kopi Jawa Timur: Potensi dari Lereng Ijen hingga Lembah Argopuro
Varietas Tanaman
Ekonomi Babel: Lada Sebagai Andalan, Bukan Timah
Ekonomi Babel: Lada Sebagai Andalan, Bukan Timah
Varietas Tanaman
Masa Depan Pala Banda
Masa Depan Pala Banda
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau