Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hama dan Penyakit Tanaman Cabai serta Cara Mengatasinya

Kompas.com, 2 September 2022, 15:47 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Cabai adalah salah satu tanaman favorit banyak petani karena keuntungan yang dihasilkan cukup besar. Namun demikian, dalam budidaya cabai, Anda harus memperhatikan kehadiran hama dan penyakit.

Pasalnya, serangan hama dan penyakit tanaman cabai bisa menyebabkan tanaman rusak, mati, hingga gagal panen.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Jumat (2/9/2022), berikut beberapa hama dan penyakit tanaman cabai dan cara mengatasinya.

Baca juga: Begini Cara Menanam Cabai Rawit di Gunung agar Hasilnya Melimpah

Ilustrasi tanaman cabai merah besar. SHUTTERSTOCK/ORLIO Ilustrasi tanaman cabai merah besar.

Hama tanaman cabai dan cara mengatasinya

1. Ulat tanah

Ulat tanah (Agrotis ipsilon) biasa menyerang tanaman cabe yang baru pindah tanam, yaitu dengan cara memotong batang utama tanaman hingga roboh bahkan bisa sampai putus.

Untuk tindakan pencegahan dapat dilakukan penyemprotan insektisida Turex WP dengan konsentrasi 0,25 hingga 0,5 gram per liter bergantian dengan insektisida Direct 25ec dengan konsentrasi 0,4 cc per liter atau insektisida Raydok 28ec dengan konsentrasi 0,25 sampai 0,5 cc per liter sehari sebelum pindah tanam.

2. Ulat grayak

Ulat grayak pada tanaman cabe biasa menyerang daun, buah dan tanaman yang masih kecil.

Untuk tindakan pengendalian dianjurkan menyemprot pada sore atau malam hari dengan insektisida biologi TurexWP bergantian dengan insektisida Raydok 28ec atau insektisida Direct 25ec.

Baca juga: Perbedaan Penyakit Layu Fusarium dan Layu Bakteri pada Tanaman Cabai

3. Lalat buah

Gejala awal serangan hama lalat buah adalah buah berlubang kecil, kulit buah menguning dan bila dibelah biji cabai berwarna coklat kehitaman dan pada akhirnya buah rontok.

Untuk pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan dengan membuat perangkap dengan sexferomon atau dengan penyemprotan insektisida Winder 100EC dengan konsentrasi 0,5 sampai 1 cc per liter bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan konsentrasi 0,25 hingga 0,5 cc per liter atau dengan insektisida Cyrotex 75sp dengan konsentrasi 0,3-0,6 gram liter.

Ilustrasi tanaman cabai. SHUTTERSTOCK/PAPA ANNUR Ilustrasi tanaman cabai.

4. Tungau

Tungau menyerang tanaman cabe hingga daun berwarna kemerahan, menggulung ke atas, menebal akhirnya rontok.

Untuk pengendalian dan pencegahan hama ini, semprot dengan akarisida Samite 135EC dengan konsentrasi 0,25 sampai 0,5 ml per liter air bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan konsentrasi 0,25 sampai 0,5 cc per liter.

Baca juga: Penyebab dan Cara Menangani Penyakit Patek Tanaman Cabai

5. Thrips

Tanaman yang terserang hama thrips, bunga akan mengering dan rontok. Adapun jika menyerang bagian daun pada daun terdapat bercak keperakan dan menggulung.

Jika daun cabai terserang aphids, daun akan menggulung ke dalam, keriting, menguning dan rontok.

Untuk pencegahan dan pengendalian lakukan penyemprotan dengan insektisida Winder 25 WP dengan konsentrasi 100 sampai 200 gram per 500 liter air per hektar atau dengan Winder 100EC 125 sampai 200 ml per 500 liter air per hektar bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan konsentrasi 0,25 sampai 0,5 cc per liter.

6. Nematoda

Nematoda merupakan organisme pengganggu tanaman yang menyerang daerah perakaran tanaman cabe. Jika tanaman terserang maka transportasi bahan makanan terhambat dan pertumbuhan tanaman terganggu.

Ilustrasi tanaman cabai rawit. SHUTTERSTOCK/PRISPIM Ilustrasi tanaman cabai rawit.

Selain itu kerusakan akibat nematode dapat memudahkan bakteri masuk dan mengakibatkan layu bakteri. Pencegahan yang efektif adalah dengan menanam varietas cabe yang tahan terhadap nematode dan melakukan penggiliran tanaman.

Selain itu, apabila lahan yang ditanami merupakan daerah endemi, pemberian nematisida dapat diberikan bersamaan dengan pemupukan.

Penyakit tanaman cabe dan cara mengatasinya

1. Penyakit patek atau antraknosa

Gejala awalnya adalah kulit buah akan tampak mengkilap, selanjutnya akan timbul bercak hitam yang kemudian meluas dan akhirnya membusuk.

Baca juga: Simak, Kelebihan dan Kekurangan Menanam Cabai Merah pada Musim Kemarau

Ilustrasi penyakit patek pada tanaman cabai atau antraknose. SHUTTERSTOCK/CHA_K Ilustrasi penyakit patek pada tanaman cabai atau antraknose.

Untuk pengendaliannya semprot dengan fungisida Kocide 54 WDG dengan konsentrasi 1 sampai 2 gram per liter air bergantian dengan fungisida Victory 80wp dengan konsentrasi 1 sampai 2 gram per liter air.

2. Penyakit busuk Phytopthora

Gejalanya adalah bagian tanaman yang terserang terdapat bercak coklat kehitaman dan lama kelamaan membusuk.

Penyakit ini dapat menyerang tanaman cabe pada bagian daun, batang maupun buah.

Pengendaliannya adalah dengan menyemprot fungisida Kocide 77 wp dengan dosis 1,5 sampai 3 kg per hektar bergantian dengan fungisida Victory 80WP konsentarsi 2 sampai 4 gram per liter dicampur dengan fungisida sistemik Starmyl 25 wp dengan dosis 0,8 sampai 1 gram per liter.

Ilustrasi tanaman cabai rawit. SHUTTERSTOCK/STEFANYRENES Ilustrasi tanaman cabai rawit.

3. Rebah semai

Penyakit ini biasanya menyerang tanaman saat dipersemaian. Jamur penyebabnya adalah Phytium sp.

Untuk tindakan pencegahan dapat dilakukan perlakuan benih dengan Saromyl 35SD dan menyemprot fungisida sistemik Starmyl 25WP saat dipersemaian dan saat pindah tanam dengan konsentrasi 0,5 sampai 1 gram per liter.

Penyakit layu fusarium dan layu bakteri pada tanaman cabe biasanya mulai menyerang tanaman saat fase generatif.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Alami untuk Cabai Rawit agar Berbuah Lebat

Untuk mencegahnya dianjurkan penyiraman Kocide 77WP pada lubang tanam dengan konsentrasi 5 gram per liter per lima tanaman, mulai saat tanaman menjelang berbunga dengan interval 10 sampai 14 hari.

4. Bercak daun

Penyakit bercak daun cabe disebabkan oleh cendawan Cercospora capsici. Gejalanya berupa bercak bercincin, berwarna putih pada tengahnya dan coklat kehitaman pada tepinya.

Pencegahannya dapat dilakukan dengan menyemprot fungisida Kocide 54WDG konsentrasi 1,5 sampai 3 gram per liter bergantian dengan fungisida Victory 80WP konsentrasi 2 sampai 4 gram per liter dengan interval 7 hari.

5. Virus mozaik

Saat ini belum ada pestisida yang mampu mengendalikan penyakit virus mozaik. Adapun sebagai tindakan pencegahan dapat dilakukan pengendalian terhadap hewan pembawa virus tersebut, yaitu aphids.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
Varietas Tanaman
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Perawatan
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Varietas Tanaman
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
Perawatan
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Varietas Tanaman
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Varietas Tanaman
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Varietas Tanaman
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Varietas Tanaman
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Varietas Tanaman
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Varietas Tanaman
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Varietas Tanaman
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau