Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Tanam Bawang Daun, dari Memilih Benih hingga Pascapanen

Kompas.com, 10 September 2022, 19:49 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Cara tanam bawang daun yang benar akan menentukan hasil panen komoditas hortikultura ini. Bagi masyarakat Indonesia, bawang daun atau daun bawang memiliki peran penting di beberapa masakan nusantara. Misalnya, sebagai pelengkap soto, sop, hingga mendoan.

Tanaman ini akan tumbuh dengan baik jika dibudidayakan pada lingkungan yang sesuai. Berdasarkan keterangan di buku Pertunjuk Teknik Budidaya Tanaman Sayuran, berikut ini syarat tumbuh dan pedoman budi daya bawang daun yang perlu diketahui.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Daun Bawang di Rumah

Syarat tumbuh tanaman bawang daun

Ilustrasi daun bawang.PIXABAY/LOGGAWIGGLER Ilustrasi daun bawang.

Syarat tumbuh tanaman terdiri atas kondisi lahan berupa ketinggian tempat, suhu, kelembapan, hingga jenis tanah. Berikut syarat tumbuh yang harus dipenuhi sebelum menanam bawang daun.

  • Ketinggian: 250-1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Bawang daun yang ditanam di dataran rendah hasilnya kurang maksimal.
  • Curah hujan: 150-200 mm/tahun.
  • Suhu udara: 18-250C
  • Jenis tanah: Andosol.
  • pH tanah: 6,5-7,5.

Baca juga: Tertarik Budidaya Daun Bawang di Polybag? Begini Caranya

Cara menanam bawang daun yang benar

Cara tanam bawang daun diawali dengan pemilihan benih hingga pasca panen. Jika seluruh kegiatan dilakukan dengan benar, maka kualitas bawang daun yang dihasilkan menjadi optimal.

Berikut ini tata cara menanam daun bawang yang benar agar hasil panennya menguntungkan.

1. Penentuan benih

Benih bawang daun bisa diambil dari tunas anakan atau biji. Tunas anakan diperoleh dengan memisahkan anakan dari tanaman induk yang sehat dan pertumbuhannya bagus pertumbuhannya.

Setelah daun bawang tumbuh, Anda harus memberi pupuk rutin seminggu  sekali.Unsplash/Markus Spiske Setelah daun bawang tumbuh, Anda harus memberi pupuk rutin seminggu sekali.

Benih dari tunas diketahui lebih unggul dibandingkan dari biji. Pasalnya benih dari biji mempunyai waktu panen yang relatif lebih lama dibandingkan benih dari tunas.

2. Persemaian

Benih bawang daun yang sudah dipilih bisa segera disemai. Penyemaian diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan tanaman.

3. Persiapan lahan tanam

Lahan yang akan digunakan terlebih dahulu diolah agar sesuai dengan syarat tumbuh tanaman. Adapun persiapan lahan yang harus dilakukan, seperti berikut.

Baca juga: 3 Cara Mudah Menanam Daun Bawang

  • Gemburkan lahan setidaknya hingga kedalamannya 30-40 cm.
  • Buat bedengan untuk menanam bibit bawang daun dan buat parit untuk saluran drainase.
  • Taburkan pupuk organik di atas bedengan tersebut.

4. Menanam

Cara tanam bawang daun diawali dengan menentukan jarak tanam. Pada budidaya bawang daun, jarak tanam yang biasanya digunakan yaitu 20 cm x 25 cm, 25 cm x 25 cm atau 20 cm x 30 cm.

Setelah itu, buat lubang tanam dan letakan bibit bawang daun. Tutup lubang tanam dan pastikan bibit tumbuh tegak dan kokoh.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Daun Bawang Langsung dari Batangnya

5. Penyiangan gulma

Penyiangan gulma merupakan kegiatan membuang gulma atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman. Penyiangan bisa dilakukan secara fisik maupun kimiawi.

Daun bawangPixabay/jackmac34 Daun bawang

6. Pengairan

Pengairan atau penyiraman diperlukan untuk memastikan kebutuhan air terpenuhi, terlebih saat musim kemarau.

7. Pemupukan susulan

Selain pupuk kandang, terdapat jenis pupuk lain yang bisa diaplikasikan sebagai pupuk susulan. Tujuannya untuk memastikan nutrisi tetap terjaga.

Jenis pupuk yang dapat diaplikasikan yaitu Urea, SP-36, dan KCl. Pemupukan dilakukan dengan membuat larikan kemudian menaburkan pupuk dilarikan tersebut dan menutup larikan dengan media tanam.

Baca juga: Mengapa Daun Bawang Merah Menguning? Penyebab dan Cara Mengatasinya

8. Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama yang menyerang bawang daun bisa dilakukan dengan cara mengumpulkan kelompok telur dan memusnahkannya. Pengendalian dengan pestisida juga bisa dilakukan saat serangannya sudah melebihi ambang batas ekonomi.

Sementara itu, pengendalian penyakit bisa dilakukan dengan melakukan pergiliran tanaman, memusnahkan inang, atau mengaplikasikan fungisida maupun bakterisida.

9. Panen dan Pascapanen

Tanaman bawang daun bisa dipanen saat umur 60 hari setelah tanam. Cara panennya yaitu dengan mencabut seluruh tanaman sampai ke akarnya. Setelah itu, bersihkan tanaman dan pisahkan dengan antara tanaman yang bagus dan rusak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau