Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Langkah Menanam Bawang Merah di Polybag, Bisa Panen setelah 100 Hari

Kompas.com - 14/09/2022, 17:00 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bawang merah merupakan salah satu bumbu masakan utama bagi masyarakat Indonesia. Hampir seluruh masakan nusantara diolah dengan bumbu ini.

Jika Anda termasuk konsumen bawang merah, maka Anda bisa mencoba menanamnya sendiri di rumah. Tak perlu risau, karena cara menanam bawang merah di polybag cukup mudah dan praktis.

Anda bahkan bisa menanam tanaman ini di lahan sempit. Menurut penjelasan di situs Cybext Kementerian Pertanian, berikut ini langkah-langkah menanam bawang merah di rumah dengan mudah dan praktis.

Baca juga: Cara Menanam Bawang Merah di Rumah, Mudah dan Praktis

Alat dan bahan

Ilustrasi bibit bawang merahPixabay/Ashish_Choudhary Ilustrasi bibit bawang merah

Sebelum mulai menanam bawang merah, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Adapun alat dan bahan yang harus disiapkan, seperti; polybag ukuran 30 x 40 cm, tanah yang subur, pupuk kompos dan bibit bawang merah bisa diperoleh dari umbi bawang merah yang sudah bertunas.

Cara menanam bawang merah di polybag

Setelah alat dan bahan yang diperlukan tersedia, langkah selanjutnya yaitu mulai penanaman. Adapun cara menanam bawang merah di polybag, seperti berikut:

Baca juga: Cara Menanam Bawang Merah di Lahan Kering yang Perlu Diketahui

  1. Masukan tanah dan pupuk kandang dalam polybag yang bagian bawang dan sampingnya sudah diberi lubang.
  2. Masukan bibit bawang merah yang sudah bertunas ke dalam polybag tersebut. Dalam satu polybag bisa diisi 3 bibit.
  3. Jika menanam bawang merah dalam beberapa polybag, maka letakan polybag secara rapi dengan jarak antar polybag 15 cm.
  4. Setelah usianya enam minggu, lakukan pemupukan dengan pupuk padat atau pupuk cair. Pemupukan tidak boleh berlebih karena bisa merusak tanaman.
  5. Tempatkan polybag pada tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  6. Lakukan penyiraman dua kali sehari saat musim panas, namun saat hujan turun tidak perlu disiram.
  7. Saat usianya memasuki 100 hari dan daun sudah mulai menguning, lakukan pemanenan dengan cara mencabut tanaman sampai umbinya terangkat.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Mungkinkah Indonesia Jadi Pusat Kopi Global?
Mungkinkah Indonesia Jadi Pusat Kopi Global?
Varietas Tanaman
Bisnis Domestik dan Ekspor Kacang Mete
Bisnis Domestik dan Ekspor Kacang Mete
Varietas Tanaman
Liberika dan Excelsa: Jejak Eksotisme Kopi Nusantara
Liberika dan Excelsa: Jejak Eksotisme Kopi Nusantara
Varietas Tanaman
Mengelola Dinamika Pasar dan Industri Kelapa Bulat
Mengelola Dinamika Pasar dan Industri Kelapa Bulat
Varietas Tanaman
Masa Depan Industri Tembakau Indonesia
Masa Depan Industri Tembakau Indonesia
Varietas Tanaman
Menggali Potensi Devisa dari Ekspor Lada Indonesia
Menggali Potensi Devisa dari Ekspor Lada Indonesia
Varietas Tanaman
Potensi Kelapa Genjah dan Pemenuhan Santan
Potensi Kelapa Genjah dan Pemenuhan Santan
Varietas Tanaman
Revitalisasi Kebun Teh
Revitalisasi Kebun Teh
Tips
Kelapa: Komoditas Strategis, Nasib Petani, dan Arah Kebijakan
Kelapa: Komoditas Strategis, Nasib Petani, dan Arah Kebijakan
Varietas Tanaman
Menguatkan Posisi Teh Indonesia di Pasar Global
Menguatkan Posisi Teh Indonesia di Pasar Global
Varietas Tanaman
Kebangkitan Petani dan Semangat Nasionalisme Baru
Kebangkitan Petani dan Semangat Nasionalisme Baru
Tips
Dari Kebun ke Pasar Dunia: Kelapa Indonesia di Tengah Gelombang Harga
Dari Kebun ke Pasar Dunia: Kelapa Indonesia di Tengah Gelombang Harga
Varietas Tanaman
Membawa Gambir ke Pasar Global
Membawa Gambir ke Pasar Global
Varietas Tanaman
Randu: Serat Emas Putih yang Terlupakan
Randu: Serat Emas Putih yang Terlupakan
Varietas Tanaman
Serat Alam dari Masa Lalu: Potensi Abaca di Indonesia
Serat Alam dari Masa Lalu: Potensi Abaca di Indonesia
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau