Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Kangkung di Baskom, Bisa Panen dalam Sebulan

Kompas.com - 05/10/2022, 17:14 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi kangkung, ilustrasi hidroponik.SHUTTERSTOCK / Baihaqi1997 Ilustrasi kangkung, ilustrasi hidroponik.

2. Pemberian nutrisi hidroponik

Ambil 1 liter air, tambahkan 5 ml nutrisi A dan 5 ml nutrisi B. Aduk-aduk hingga pupuk tercampur rata dan masukkan larutan nutrisi ke dalam baskom dengan ketinggian mencapai permukaan batas bawah besek.

Usahakan agar tidak membiarkan benih terendam karena akan busuk nantinya.

3. Perancangan wadah tanam

Pindahkan semua benih yang sudah berkecambah ke dalam besek. Lapisi bagian bawah besek dengan busa filter akuarium, namun apabila tidak dilapisi juga tidak apa-apa, karena kangkung memiliki akar tunggang yang akan menopang kangkong agar berdiri tegak.

Baca juga: Cara Menanam Kangkung di Polybag, Mudah dan Cepat Panen

Tuangkan larutan nutrisi ke dalam baskom sampai mengenai permukaan besek dan benih. Jika menggunakan busa filter akuarium maka cukup sampai terkena busa tersebut.

Letakkan besek ke atas baskom berisi larutan nutrisi. Selanjutnya, simpan di tempat yang terkena sinar matahari

4. Perawatan tanaman kangkung

Anda hanya perlu memperhatikan kebutuhan nutrisi kangkung dan jangan sampai membiarkan kangkung tidak mendapatkan nutrisi dari larutan di bawahnya. Ketika tanaman sudah berumur dua minggu, konsentrasi larutan ditambah. 

Anda perlu meningkatkan jumlah pupuk yang tadinya 5 ml per 1 liter menjadi 7 sampai 9 ml per liter. Ganti larutan nutrisi jika sudah berbau.

Begitu seterusnya sampai memasuki masa panen.

Baca juga: Cara Menanam Kangkung Hidroponik Sistem Rakit Apung

5. Panen

Panen kangkung sudah bisa dilakukan setelah empat sampai enam minggu saat terlihat masih segar dan belum tua.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau